Kabar Netizen Terkini – Penolakan terhadap proyek reklamasi dan relokasi PIK-2 di pesisir Banten semakin menguat. Kali ini, dukungan datang dari Persatuan Pendekar Macan Kulon Banten Indonesia (PPMKBI), organisasi budaya dan seni bela diri yang secara resmi menyatakan bergabung dengan Kerabat Semesta Banten (KSB), payung besar gerakan rakyat Banten yang menolak proyek PIK-2.
Pernyataan dukungan disampaikan langsung oleh Tubagus Nurki Hidayat alias Abah Gacon, Ketua Umum PPMKBI, dalam pertemuan yang berlangsung di Ponpes Shirothol Mustaqim, Kampung Encle, Desa Sukawali, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, pada Senin (9/6). Dalam pertemuan tersebut, Abah Gacon menyampaikan bahwa dirinya telah diberi mandat oleh KH. Fathuk Adzim Chotib (Presiden KSB) untuk memimpin Badan Otonom Macan Kulon KSB, yang bertugas sebagai garda terdepan dalam setiap agenda KSB dan perekrutan anggota di bawah arahan Panglima Brigade KSB.
Menurut Abah Gacon, PPMKBI hadir tidak semata-mata sebagai organisasi bela diri, tetapi sebagai kekuatan sosial budaya yang akan terlibat aktif dalam membela masyarakat terdampak proyek PIK-2, khususnya warga pesisir seperti di Kampung Encle. Ia menegaskan bahwa proyek PIK-2 telah menimbulkan keresahan akibat relokasi paksa, pembelian tanah secara sepihak, dan intimidasi terhadap warga, yang diduga melibatkan oknum aparat pemerintah dan keamanan.
Meski demikian, Abah Gacon menegaskan bahwa PPMKBI bukan organisasi anti-pembangunan. “Kami mendukung pembangunan yang mengutamakan kepentingan rakyat. Tapi jika ada pembangunan yang justru menindas dan meminggirkan masyarakat, maka kami akan berdiri bersama rakyat untuk melawan,” ujarnya.
Keterlibatan PPMKBI dalam KSB dipandang sebagai penguatan signifikan terhadap gerakan penolakan. Dengan ribuan anggota yang tersebar di berbagai kecamatan di Banten, termasuk melalui pembentukan PAC PPMKBI Pakuhaji, organisasi ini akan memperluas basis massa penolakan dan memperkuat pengawasan di lapangan terhadap praktik-praktik intimidasi oleh para makelar tanah dan aparat yang pro-pengembang.
Pengamat gerakan sosial menyebut, bergabungnya PPMKBI dalam struktur KSB adalah bukti bahwa perlawanan terhadap proyek PIK-2 kini telah melibatkan lintas elemen – dari pesantren, masyarakat adat, hingga kelompok seni dan budaya. Hal ini diyakini akan mempersulit upaya pengembang dan pihak-pihak terkait untuk melanjutkan proyek tanpa menghadapi tekanan sosial yang semakin besar.
Dengan penguatan jaringan ini, KSB diproyeksikan akan memainkan peran yang lebih besar dalam menyuarakan keadilan agraria dan menolak penggusuran paksa di wilayah pesisir Banten.
