
JAKARTA, 20 April 2026 – Eskalasi pergerakan massa menjelang peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) pada 1 Mei mendatang mulai terasa. Menyikapi hal ini, jaringan pergerakan yang tergabung dalam “Aktivis Rakyat” mengeluarkan seruan kewaspadaan tingkat tinggi terhadap potensi penyusupan kelompok anarkis dalam setiap agenda aksi massa.
Peringatan May Day secara historis merupakan momentum penting bagi buruh, mahasiswa, dan masyarakat sipil untuk menyuarakan ketimpangan sosial dan menuntut perbaikan kesejahteraan. Namun, Aktivis Rakyat menilai kemurnian perjuangan ini kerap kali dirugikan oleh segelintir oknum provokator.
Fokus pada Substansi Tuntutan
Juru Bicara Aktivis Rakyat dalam keterangan persnya di Jakarta, menegaskan bahwa kehadiran kelompok anarkis yang kerap memicu bentrokan dan perusakan fasilitas umum sangat merugikan gerakan rakyat.
“Kita belajar dari pengalaman aksi-aksi sebelumnya. Setiap kali eskalasi massa membesar, ada saja kelompok tak dikenal yang tiba-tiba muncul di barisan belakang atau samping, lalu memprovokasi keadaan dengan lemparan batu atau vandalisme. Ujung-ujungnya, substansi tuntutan kita tentang upah dan kesejahteraan tertutup oleh berita kerusuhan,” tegas perwakilan Aktivis Rakyat.
Oleh karena itu, Aktivis Rakyat menyerukan kepada seluruh elemen serikat pekerja, BEM mahasiswa, dan organisasi masyarakat yang akan turun ke jalan untuk memperketat pengamanan internal mereka.
Langkah Antisipasi Terpadu
Untuk mencegah gerakan aksi massa dibajak oleh kelompok pro-kekerasan, Aktivis Rakyat menginstruksikan beberapa langkah antisipasi konkret di lapangan:
- Penerapan Screening Ketat: Setiap pimpinan serikat atau organisasi harus mengenali anggotanya. Peserta aksi diwajibkan mengenakan atribut resmi organisasi, ikat kepala khusus, atau ID Card untuk membedakan massa aksi yang sah dengan penyusup.
- Optimalisasi Satgas Keamanan Internal: Membentuk rantai manusia (barikade) di sekeliling massa aksi utama untuk mencegah orang luar masuk secara sembarangan ke dalam pusat komando.
- Isolasi Provokator: Jika ditemukan individu atau kelompok yang mulai melakukan tindakan provokatif (memaki aparat, melempar barang, atau merusak fasilitas), massa aksi diimbau untuk segera menjauh, memisahkan diri, dan mendokumentasikan wajah pelaku.
- Koordinasi Persuasif dengan Kepolisian: Menjalin komunikasi yang baik dengan aparat keamanan sejak titik kumpul hingga lokasi aksi, guna memastikan batas-batas area unjuk rasa yang aman.
Seruan Aksi Damai
Lebih lanjut, Aktivis Rakyat mengingatkan bahwa kekuatan utama dari sebuah demonstrasi bukanlah pada seberapa besar keributan yang dihasilkan, melainkan pada seberapa kuat dan solid argumentasi tuntutan yang disuarakan.
“Pergerakan ini didanai oleh keringat kawan-kawan pekerja, waktu yang dikorbankan oleh mahasiswa, dan doa dari rakyat kecil. Jangan biarkan pengorbanan ini dirusak oleh mereka yang tidak bertanggung jawab. Kita harus membuktikan bahwa rakyat bisa bersuara keras, kritis, namun tetap elegan dan menolak anarkisme,” tutupnya.
Menjelang tanggal 1 Mei, berbagai simpul pergerakan terus melakukan konsolidasi guna memastikan bahwa May Day 2026 akan menjadi panggung demokrasi yang aman, tertib, dan tepat sasaran.
