Banten – Juni 2025
Upaya penolakan terhadap proyek Pantai Indah Kapuk 2 (PIK-2) di pesisir Banten memasuki babak baru. Organisasi massa Persatuan Pendekar Macan Kulon Banten Indonesia (PPMKBI) di bawah pembinaan KH. Hafidin, S.Ag., mengumumkan rencana strategis membentuk 151 cabang di seluruh kecamatan di Provinsi Banten sebagai bentuk konsolidasi kekuatan rakyat.
Langkah ini disebut sebagai bagian dari kerja sama antara PPMKBI dan Kerabat Semesta Banten (KSB), di mana PPMKBI bertindak sebagai garda terdepan dalam setiap kegiatan KSB. Dengan struktur yang tertata hingga ke tingkat lokal, organisasi ini dinilai siap memainkan peran penting dalam membela kepentingan rakyat, khususnya di wilayah-wilayah terdampak pembangunan PIK-2.
Pendidikan Karakter dan Latihan Mental
KH. Hafidin menjelaskan bahwa anggota baru yang direkrut tidak hanya akan diperbanyak secara kuantitas, tetapi juga akan dibina secara kualitas. “Kami akan memberikan pendidikan karakter dan pelatihan mental kepada setiap anggota agar siap menghadapi tantangan yang menimpa rakyat, baik dalam bentuk ketidakadilan struktural maupun ancaman terhadap ruang hidup mereka,” ujarnya.
Potensi Meningkatkan Resistensi terhadap PIK-2
Rencana ekspansi PPMKBI ini diprediksi akan meningkatkan resistensi terhadap proyek PIK-2, terutama jika jaringan organisasi ini aktif menyuarakan penolakan di tingkat akar rumput. Dengan menyasar seluruh kabupaten dan kota di Banten, gerakan ini berpotensi menciptakan gelombang perlawanan yang luas dan terorganisir—baik dalam bentuk aksi sosial, advokasi lingkungan, maupun penggalangan opini publik.
Langkah ini juga menjadi sinyal bahwa perlawanan terhadap PIK-2 tak lagi hanya bersifat insidental atau simbolik, tetapi mulai bergerak ke arah struktur perlawanan permanen berbasis komunitas dan kultural.
Keyword SEO yang digunakan:
PIK-2, PPMKBI, Persatuan Macan Kulon, Kerabat Semesta Banten, penolakan proyek reklamasi, organisasi masyarakat Banten, resistensi rakyat, konflik agraria, pelatihan karakter ormas.
