Jakarta, Peristiwa kerusuhan pasca tewasnya Affan di kawasan Kuitang Jakarta menyisakan ketegangan. Massa yang marah sempat mengepung markas Brimob pada malam hari, sehingga menimbulkan kekhawatiran akan pecahnya bentrokan besar. Situasi kian pelik karena di area belakang terdapat asrama keluarga anggota Brimob yang terancam keselamatannya.

Dalam diskusi strategis, Pangkostrad dengan para anggota Kostrad menyimpulkan bahwa evakuasi harus segera dilakukan. Pertimbangan utamanya, jalur depan asrama sudah tertutup massa sehingga mustahil dilakukan dengan kendaraan biasa. Maka diputuskan langkah taktis: keluarga anggota Brimob dievakuasi secara diam-diam menggunakan truk, dengan pengawalan ketat Polisi Militer TNI.

Proses evakuasi berlangsung dalam senyap. Tujuh truk penuh berisi keluarga, termasuk anak-anak kecil, berhasil keluar dari asrama. Rombongan bergerak perlahan diiringi pasukan pengamanan. Rekaman video yang beredar menunjukkan iring-iringan truk berjalan hati-hati, disertai suasana mencekam namun terkendali. Anak-anak dan perempuan kemudian dibawa ke hotel untuk mendapat perlindungan sementara.

Langkah ini membuktikan bahwa kehadiran TNI bukan untuk memperkeruh suasana, melainkan untuk meredam konflik dan melindungi warga dari ancaman kerusuhan. “Kalau kami provokator, untuk apa repot-repot menyelamatkan anak-anak dan keluarga?” demikian disampaikan salah satu perwira di lapangan. Evakuasi ini menjadi bukti nyata upaya TNI menjaga kemanusiaan dan mencegah situasi berkembang menjadi tragedi yang lebih luas.