Putri Presiden ke-2 RI, Titiek Soeharto, mengungkapkan rasa syukurnya atas dukungan luas terhadap usulan pemberian gelar Pahlawan Nasional bagi almarhum ayahandanya, Soeharto. Menurut Titiek, hampir seluruh fraksi di DPR RI mendukung usulan tersebut, hanya satu fraksi yang dikabarkan belum sependapat.

Alhamdulillah, kami sekeluarga bersyukur jika pemerintah berkenan memberikan gelar pahlawan nasional kepada almarhum Pak Harto. Kami juga berterima kasih atas dukungan masyarakat yang begitu besar,” ujar Titiek usai menghadiri kegiatan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Polres Karanganyar, Jumat (7/11/2025).

Dalam kesempatan itu, Titiek juga menyempatkan diri berziarah ke Makam Soeharto di Astana Giribangun, Karanganyar. Saat ditanya mengenai fraksi mana yang menolak usulan tersebut, ia memilih tidak berkomentar lebih jauh dan langsung meninggalkan lokasi.

Sebelumnya, Kementerian Sosial (Kemensos) telah menyerahkan daftar 40 nama tokoh nasional kepada Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan (GTK) untuk dipertimbangkan sebagai pahlawan nasional tahun ini.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menjelaskan bahwa sebagian besar nama yang diajukan merupakan hasil kajian dan pembahasan dari periode sebelumnya. Proses penetapan dilakukan secara berlapis melalui seleksi ketat yang melibatkan masyarakat, akademisi, hingga tim ahli tingkat pusat.

Selain Soeharto, beberapa tokoh lain yang turut diusulkan antara lain Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid (Gus Dur), aktivis buruh Marsinah, Jenderal (Purn) M. Jusuf, Ali Sadikin, KH Bisri Syansuri, Syaikhona Kholil Bangkalan, dan Prof. Mochtar Kusumaatmadja.