Jakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan komitmennya menjaga kualitas layanan makanan bergizi (MBG) dengan menargetkan nol kejadian keracunan maupun insiden lain yang merugikan penerima manfaat. Untuk itu, BGN mengimbau agar dapur umum atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjalani pelatihan serta pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Kepala BGN, Dadan, menuturkan pihaknya kembali mengaktifkan program pelatihan penjamah makanan setiap dua bulan sekali. Hal ini ditujukan untuk menyegarkan kembali pengetahuan dan keterampilan para awak dapur yang sudah bertugas lebih dari dua bulan. “Pelatihan rutin wajib dilakukan agar standar pelayanan tetap terjaga. Setiap dua bulan kami lakukan penyegaran bagi penjamah makanan,” ujarnya dalam konferensi pers, Senin (22/9/2025).

Ia menambahkan, SPPG yang baru beroperasi dianjurkan agar tidak langsung bekerja penuh, melainkan bertahap, khususnya saat ada pergantian pemasok bahan makanan. Langkah ini, menurutnya, krusial untuk meminimalisir risiko sekaligus memastikan kualitas makanan tetap aman.

Selain itu, pemeriksaan kesehatan bagi seluruh pegawai SPPG diwajibkan, guna memastikan tidak ada pekerja yang membawa penyakit menular yang dapat mengancam proses penyiapan makanan. “Kami ingin pastikan bahwa semua yang bekerja di dapur MBG sehat, tidak membawa penyakit menular yang bisa berbahaya,” tegasnya.

Dadan mengakui bahwa setiap insiden keracunan makanan dapat merusak kepercayaan publik terhadap program MBG. Karena itu, pihaknya berupaya seoptimal mungkin agar kasus serupa tidak terulang. “Target kita adalah nol kejadian. Kami sadar betul, setiap insiden bukan hanya melukai penerima manfaat, tetapi juga mencoreng kepercayaan masyarakat,” pungkasnya.