
Jakarta, 15 September 2025 – Komunitas Ojek Online (Ojol) Koordinator Wilayah (Korwil) Jakarta Utara menegaskan sikapnya untuk tidak mendukung aksi unjuk rasa bertajuk “Kepung DPR” yang rencananya akan digelar pada 17 September 2025.
Pernyataan tersebut disampaikan Ketua Komunitas Ojol Korwil Jakut, Mansyur, dalam pertemuan bersama pengurus dan Unit Reaksi Cepat (URC) Ojol Jakut di Rumah Makan Hj. Leha, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (15/9).
Menurut Mansyur, rencana aksi tersebut bukanlah aspirasi murni dari para pengemudi ojol yang memperjuangkan kepentingan terhadap aplikator. Ia menegaskan, gerakan tersebut justru sarat dengan kepentingan segelintir oknum yang mengatasnamakan ojol demi keuntungan pribadi maupun kelompok tertentu.
“Kami menolak aksi 17 September karena tidak mencerminkan suara komunitas. Kami sudah membuat surat terbuka elektronik yang disebarkan melalui grup WhatsApp, dan juga membuat video pernyataan sikap bersama pengurus dan URC Jakut,” jelasnya.
Sebagai bentuk komitmen, Komunitas Ojol Korwil Jakut juga akan memberikan sanksi tegas kepada anggotanya yang terbukti ikut dalam aksi tersebut. “Jika ada anggota yang tetap ikut, kami tidak segan mencabut keanggotaan mereka dari komunitas,” tegas Mansyur.
Dengan sikap ini, Komunitas Ojol Korwil Jakut ingin memastikan bahwa nama baik dan independensi ojol tetap terjaga serta tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang memiliki kepentingan di luar perjuangan pengemudi.
