Kabar Netizen Terkini – Tak terasa, dalam hitungan kurang dari tiga pekan, umat Islam akan memasuki Tahun Baru Hijriyah 1 Muharam 1447 H. Bagi umat Islam, ini bukan sekadar penanda waktu, melainkan momentum sakral yang mengingatkan kita pada spirit hijrah Rasulullah SAW sebuah perjuangan penuh pengorbanan dalam menegakkan keadilan dan melawan kezaliman.

Hijrah bukan hanya perpindahan fisik dari Makkah ke Madinah. Ia adalah simbol perubahan, penolakan terhadap kebatilan, dan langkah nyata menuju tatanan yang adil dan bermartabat. Di tengah situasi bangsa hari ini, makna hijrah terasa semakin relevan, terutama ketika rakyat dihadapkan pada proyek-proyek raksasa yang mengancam ruang hidup dan kedaulatan rakyat, seperti Proyek PIK-2.


PIK-2: Antitesis Hijrah, Simbol Kezaliman Baru

Proyek PIK-2 bukan sekadar pembangunan. Ia telah menjadi simbol ketimpangan dan ketidakadilan. Proyek ini berpotensi merusak lingkungan pesisir, menggusur masyarakat adat dan nelayan, serta mengabaikan hak rakyat kecil yang selama ini hidup berdampingan dengan tanah dan laut sebagai sumber penghidupan.

Hijrah Rasulullah adalah untuk membela yang lemah. Maka hari ini, hijrah kita adalah untuk menolak PIK-2 dan membela yang tertindas.

Spirit hijrah adalah meninggalkan kebatilan menuju kebenaran. Maka inilah saatnya umat Islam bersatu, meninggalkan sikap diam terhadap ketidakadilan, dan melawan proyek yang hanya menguntungkan segelintir elit namun menyengsarakan mayoritas rakyat.


Hijrah Kolektif: Santri, Ulama, Petani, dan Nelayan Bersatu

Tahun Baru Hijriyah ini harus dijadikan titik balik perjuangan rakyat Banten. Kita harus memperkuat tekad, mempererat ukhuwah, dan menyatukan langkah untuk menegakkan amar ma’ruf nahi munkar—mendorong kebaikan dan mencegah kemungkaran yang terjadi atas nama pembangunan.

Dalam semangat 1 Muharam, mari kita bangun hijrah kolektif—hijrah dari ketakutan menuju keberanian, dari apatisme menuju aksi nyata. Bersama para ulama, santri, petani, nelayan, dan seluruh elemen masyarakat, kita satukan barisan untuk melawan PIK-2 dan segala bentuk penindasan terhadap rakyat.


Tahun baru ini bukan hanya perayaan. Ia adalah panggilan. Panggilan untuk bangkit. Panggilan untuk melawan. Panggilan untuk hijrah dari kezaliman menuju keadilan. Dan inilah hijrah kita: menolak PIK-2, membela tanah air, dan menegakkan harga diri umat.