14 September 2025

Jakarta – Perselisihan antara CEO Malaka Project, Ferry Irwandi, dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) akhirnya mencapai titik akhir. Sebelumnya, sempat muncul ketegangan hingga pihak TNI melaporkan Ferry ke Polda Metro Jaya.
Lewat unggahan di akun Instagram pribadinya, Ferry menegaskan persoalan sudah selesai setelah adanya komunikasi langsung dengan Kapuspen TNI Brigjen TNI (Marinir) Freddy Ardianzah.
“Saya telah ditelepon oleh Bapak Brigjen TNI (Marinir) Freddy Ardianzah. Kami berdialog cukup panjang, dan ternyata ada banyak hal yang selama ini hanya kesalahpahaman,” ungkap Ferry pada Minggu (14/9).
Dalam percakapan tersebut, Ferry menyebut Freddy telah menyampaikan permintaan maaf terkait situasi yang sempat menegang. Di sisi lain, Ferry juga menyatakan permohonan maafnya kepada institusi TNI.
“Banyak prajurit yang benar-benar mencintai bangsa ini dan mengabdikan diri untuk rakyat. Saya tetap percaya itu,” ujarnya menegaskan.
Dengan adanya saling klarifikasi dan permintaan maaf, Ferry menyatakan tidak ada proses hukum lanjutan yang ditujukan kepadanya. Ia kemudian mengajak publik untuk mengalihkan perhatian pada nasib rekan-rekan mereka yang masih menjalani proses penahanan.
“Tidak ada lagi masalah hukum ke depan terkait saya. Terima kasih atas dukungan teman-teman. Mari kita arahkan fokus pada tuntutan, membantu kawan-kawan yang masih ditahan dan yang belum jelas keberadaannya. Saling jaga, jaga warga,” tulis Ferry.
Saat dikonfirmasi, Kapuspen TNI Brigjen Freddy Ardianzah membenarkan bahwa ia telah menghubungi Ferry secara langsung. “Benar,” jawab Freddy singkat, menandakan persoalan tersebut telah diselesaikan dengan baik.
