Jakarta — Haidar Alwi Institut menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) perdana di Tavia Heritage Hotel, Jakarta Pusat, Senin (9/2/2026). Mengusung tema “Mengkonsolidasikan Persatuan Guna Mewujudkan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat dalam Mencapai Asta Cita”, forum ini dihadiri sekitar 270 peserta dari berbagai daerah, baik secara luring maupun daring.
Rakernas menjadi panggung konsolidasi lintas elemen—mulai dari tokoh masyarakat, perwakilan TNI–Polri, BNPT, hingga unsur politik—untuk menegaskan komitmen persatuan dan stabilitas keamanan nasional di tengah dinamika global dan domestik.
Konsolidasi Persatuan dan Arah Dukungan
Ketua Panitia Rakernas, Sandri Rumanama, menegaskan pentingnya persatuan seluruh elemen bangsa dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Menurutnya, stabilitas merupakan prasyarat tercapainya tujuan besar negara, termasuk Asta Cita pemerintahan saat ini. Ia juga menekankan komitmen Haidar Alwi Institut untuk mendukung program pemerintah dan kepemimpinan nasional.
Presiden Haidar Alwi Institut, Haidar Alwi, menyampaikan bahwa Rakernas ini dirancang sebagai forum menyikapi persoalan strategis nasional dan global sekaligus menguatkan dukungan terhadap pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Dalam Rakernas tersebut, Haidar Alwi Institut mengonsolidasikan tiga agenda utama: pemberian piagam penghargaan kepada Presiden Prabowo Subianto sebagai Bapak Pembangunan Modern, kepada Kapolri Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri yang dicintai rakyat, serta kepada Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad sebagai representasi wakil rakyat dan jembatan aspirasi masyarakat.
Peran Aparat dan Ketertiban Sosial
Mewakili Kapolri, Dhani Hernando menilai Rakernas ini sebagai konsolidasi organisasi yang menempatkan isu persatuan, keamanan, dan ketertiban masyarakat sebagai fokus utama. Ia menekankan bahwa dalam kerangka negara hukum, keamanan dan ketertiban merupakan prasarana agar hukum dapat ditegakkan secara adil dan konsisten. Pada konteks ini, Polri disebut sebagai elemen kunci yang menjalankan tugas secara profesional dan berlandaskan hukum.
Sementara itu, Aster Pangdam Jaya Horas Sitinjak menilai Rakernas Haidar Alwi Institut memperkuat sinergi strategis antara TNI, Polri, tokoh masyarakat, dan elemen bangsa lainnya dalam menjaga persatuan dan stabilitas, sejalan dengan agenda Asta Cita pemerintah.
Isyarat Kedekatan dengan Aparat
Di lokasi acara, terlihat karangan bunga ucapan selamat dari perwakilan BNPT dan Karopenmas Divhumas Polri. Kehadiran simbolik ini memunculkan tafsir adanya kedekatan personal maupun korelasi agenda antara Haidar Alwi Institut dan unsur Polri—sebuah sinyal dukungan yang menambah bobot politik Rakernas tersebut.
Forum Konsolidasi di Tengah Dinamika
Rakernas yang berlangsung hingga 10 Februari 2026 ini tidak hanya menampilkan rangkaian seremoni—mulai dari doa, sambutan, hingga penampilan seni—tetapi juga menegaskan posisi Haidar Alwi Institut sebagai wadah konsolidasi yang mempromosikan persatuan nasional, ketertiban sosial, dan dukungan terhadap agenda stabilitas pemerintah.
Di tengah meningkatnya dinamika kebangsaan, Rakernas Haidar Alwi Institut menempatkan stabilitas sebagai kata kunci—sebuah pesan bahwa keamanan, ketertiban, dan sinergi institusi dipandang sebagai fondasi untuk melangkah ke agenda pembangunan berikutnya.

