Jakarta – Sebuah narasi provokatif beredar di media sosial yang menyoroti adanya upaya sistematis untuk mengadu domba aparat TNI dan Polri melalui konten-konten kebencian di platform digital, khususnya TikTok. Narasi tersebut menegaskan bahwa ada pihak yang dengan sengaja membuat akun-akun anonim untuk memancing reaksi emosional aparat maupun masyarakat.

Dalam pengakuannya, kelompok tersebut menyebut telah membuat puluhan akun khusus. Ada akun yang secara spesifik mengikuti aparat kepolisian, ada yang mengikuti prajurit TNI, sebagian menyasar anak pejabat, hingga influencer di berbagai kota. Setiap konten kebencian ditonton dan ditandai agar algoritma For You Page (FYP) mendorong tema serupa semakin sering muncul.

“Tujuannya supaya kami bisa membaca bahasa tubuh online kalian semua, siapa yang mudah terpancing, siapa yang jadi bensin tanpa sadar,” bunyi salah satu potongan narasi.

Lebih lanjut, kelompok itu mencontohkan seorang influencer yang berprofesi sebagai polisi. Tanpa disadari, ia merepost konten yang didesain untuk memperburuk citra TNI. Konten tersebut, menurut narasi itu, dibuat akun anonim yang baru aktif sejak 27 Juni lalu dengan identitas seolah-olah buzzer polisi.

Narasi ini menyebut, akun-akun semacam itu sengaja mengangkat isu “darurat militer” dan mendorong komentar provokatif bahwa “TNI adalah pengkhianat”. Sebaliknya, juga ditemukan akun-akun yang mengatasnamakan TNI namun menjelekkan institusi Polri. Pola ini diyakini merupakan strategi untuk memecah belah dan memperkeruh suasana.

“Musuh kita bukan seragam hijau, bukan seragam coklat. Musuh kita adalah provokator yang ingin bangsa ini bubar, yang ingin setiap provinsi merdeka, yang merusak generasi dengan narkoba dan minuman keras,” tulis narasi tersebut.

Pesan utamanya menegaskan bahwa aparat dan rakyat diminta tidak cepat terpancing emosi oleh provokasi. Sebaliknya, semua pihak diminta tetap menjaga kesadaran, harga diri bangsa, serta tidak menjadi pion dalam permainan pihak ketiga yang memiliki agenda menghancurkan persatuan nasional.