
Bali – Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung kawasan terdampak banjir di Bali pada Sabtu (13/9/2025) usai menyelesaikan kunjungan kenegaraan ke Qatar dan Uni Emirat Arab. Setibanya di Pulau Dewata, Kepala Negara langsung turun ke lapangan untuk memastikan penanganan bencana berjalan sesuai arahan yang telah ia keluarkan beberapa hari sebelumnya.
Menurut keterangan Biro Pers, Media, dan Informasi (BPMI) Sekretariat Presiden, kehadiran Presiden merupakan wujud kepedulian pemerintah sekaligus untuk mengawasi jalannya distribusi bantuan kepada masyarakat. Bahkan sebelum tiba di Bali, pada Rabu (10/9/2025), Prabowo telah berkoordinasi lewat sambungan telepon dengan instansi terkait agar upaya evakuasi dan bantuan segera dilakukan.
Blusukan ke Gang Terdampak
Dalam peninjauan, Prabowo mendatangi Gang Gajah Mada IV, Banjar Gerenceng, salah satu titik terparah yang dilanda banjir. Ia menyusuri gang-gang sempit yang masih dipenuhi lumpur dan sampah sisa genangan. Presiden juga menyempatkan diri berinteraksi dengan warga, mendengar keluhan mereka, dan memastikan kebutuhan mendesak segera terpenuhi.
“Kami ingin memastikan langkah darurat, termasuk penyaluran logistik, terlaksana dengan cepat dan tepat,” ungkap Prabowo saat menyapa warga.
Data Kerusakan dan Korban
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali mencatat, terdapat 120 titik banjir di tujuh kabupaten/kota. Kota Denpasar menjadi wilayah dengan kejadian terbanyak yakni 81 titik, disusul Gianyar 14 titik, Badung 12 titik, Tabanan 8 titik, Karangasem dan Jembrana masing-masing 4 titik, serta Klungkung 1 titik.
Selain banjir, tanah longsor juga dilaporkan di 18 lokasi, dengan sebaran di Karangasem, Gianyar, dan Badung. BPBD melaporkan sedikitnya 15 orang meninggal dunia akibat bencana ini, sementara 562 warga terpaksa mengungsi.
Fokus Jangka Panjang
Pemerintah tidak hanya menekankan langkah darurat, tetapi juga berkomitmen meminimalisasi risiko bencana serupa di masa depan. “Selain memastikan masyarakat tertangani hari ini, strategi jangka panjang juga disiapkan agar kejadian seperti ini dapat dicegah atau dampaknya ditekan seminimal mungkin,” demikian penegasan dari Setpres.
