#image_title

Malang — Puluhan ribu warga Nahdlatul Ulama (NU) memadati Stadion Gajayana, Kota Malang, Minggu (8/2/2026) dini hari hingga pagi, dalam kegiatan Mujahadah Kubro memperingati 100 Tahun Miladiyah Nahdlatul Ulama. Sekitar 35.000 jamaah dari berbagai daerah di Jawa Timur mengikuti rangkaian doa dan ibadah yang berlangsung khidmat, aman, dan tertib.

Kegiatan spiritual akbar ini turut dihadiri Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, bersama jajaran pimpinan nasional dan daerah, antara lain Panglima TNI Agus Subiyanto, Kapolri Listyo Sigit Prabowo, sejumlah menteri kabinet, pimpinan lembaga negara, serta tokoh-tokoh utama NU.

Doa Massal dan Spirit Persatuan

Rangkaian Mujahadah Kubro dimulai sejak tengah malam dengan Khotmil Qur’an 999 kali, dilanjutkan sholat malam, mujahadah dan ijazah kubro, sholat Subuh berjamaah, hingga sholawat bersama Majelis Syubbanul Muslimin. Puncak acara ditandai dengan resepsi 1 Abad NU yang diawali lagu Indonesia Raya dan Syubbanul Wathon—simbol kuat perpaduan nasionalisme dan religiusitas Nahdliyin.

Ketua PWNU Jawa Timur Abdul Halim Mahfudz dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas satu abad perjalanan NU. Ia menegaskan seruan pendiri NU, KH Hasyim Asy’ari, agar warga NU terus menjaga persatuan, persaudaraan, dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pesan Presiden: Persatuan, Kedamaian, dan Keberanian Melawan Korupsi

Dalam sambutan yang disambut takbir dan shalawat, Presiden Prabowo menegaskan bahwa NU merupakan pilar utama kebesaran bangsa Indonesia sejak masa perjuangan kemerdekaan hingga hari ini. Ia mengingatkan bahwa tidak ada kemakmuran tanpa perdamaian, dan tidak ada negara kuat tanpa persatuan para pemimpinnya.

Presiden juga menekankan komitmennya melindungi rakyat dari berbagai ancaman—mulai dari kemiskinan, kelaparan, hingga ketidakadilan ekonomi. Ia menyampaikan tekad pemerintahannya untuk tidak ragu melawan korupsi, penjarahan kekayaan negara, serta segala bentuk manipulasi yang merugikan rakyat.

“NU telah menjaga kedamaian dan stabilitas republik ini. Dari para kiai dan ulama, saya mendapat keberanian untuk terus berbakti dan mengabdi bagi kesejahteraan rakyat,” ujar Presiden Prabowo.

NU dan Stabilitas Bangsa

Kehadiran pimpinan lembaga negara, TNI–Polri, serta tokoh lintas kementerian memperlihatkan posisi strategis NU sebagai kekuatan sosial-keagamaan yang berperan besar dalam menjaga stabilitas nasional. Doa bersama berskala besar ini tidak hanya menjadi ikhtiar spiritual, tetapi juga pesan kebangsaan tentang pentingnya lingkungan yang aman, tertib, dan damai.

Rangkaian kegiatan berakhir sekitar pukul 08.30 WIB dan berlangsung lancar tanpa gangguan. Mujahadah Kubro 1 Abad NU di Malang menjadi penegasan bahwa spiritualitas, persatuan, dan komitmen kebangsaan tetap menjadi fondasi utama Nahdlatul Ulama dalam mengabdi untuk umat dan bangsa.