Jakarta, 25 Agustus 2025

- Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi saat meninjau pelaksanaan program MBG di SMP Gudang Arang, Kabupaten Merauke, Papua Selatan.
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah dalam menjamin pemenuhan hak anak, khususnya terkait gizi seimbang.
“MBG adalah hadiah negara untuk seluruh anak-anak Indonesia, dari Sabang sampai Merauke. Dengan asupan gizi yang baik, mereka akan tumbuh sehat, cerdas, dan siap menjadi generasi emas,” ujar Arifah dalam kunjungan kerja ke SMP Gudang Arang, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, Senin (25/8).

Dalam kesempatan itu, Menteri Arifah menekankan bahwa MBG tidak hanya sebatas menyediakan makanan bergizi. Menurutnya, setiap tahapan program mulai dari pengadaan hingga distribusi wajib memperhatikan aspek perlindungan anak agar hak-hak mereka tetap terlindungi.
“Program ini bukan sekadar urusan memberi makan. MBG juga menghidupkan dapur rakyat, menggerakkan petani, nelayan, hingga UMKM lokal. Artinya, manfaatnya dirasakan bukan hanya anak-anak, tetapi juga perekonomian masyarakat sekitar,” jelasnya.
Sejak Januari 2025, program ini telah berjalan di Merauke dengan menjangkau lebih dari 3.100 pelajar di delapan sekolah. Menu yang disajikan memanfaatkan kekayaan pangan lokal seperti ikan laut, ikan sungai, sagu, dan hasil tani masyarakat setempat.
Arifah menambahkan, Program MBG merupakan inisiatif perdana Presiden Prabowo Subianto dalam skema Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC). Hingga Mei 2025, tercatat lebih dari 4,4 juta anak di 38 provinsi sudah mendapatkan manfaatnya. Pemerintah menargetkan jumlah penerima meningkat menjadi 19,47 juta anak dan ibu hamil sepanjang 2025, dan diperluas hingga 82,9 juta penerima pada 2029.
“Dari Merauke, kita tegaskan kembali komitmen negara menghadirkan generasi emas menuju Indonesia Emas 2045. Anak-anak berhak sehat, berhak bahagia, dan negara punya kewajiban untuk memastikan itu,” tutup Menteri Arifah.
