SEMARANG – kabarnetizenterkini.com | Menteri Koperasi dan UKM Budi Arie Setiadi menegaskan bahwa Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes/Kel) adalah program konkret pemerintah untuk mengatasi ketimpangan ekonomi, bukan sekadar proyek simbolik. Ia menolak sikap pesimis sebagian masyarakat yang masih meragukan keberhasilan program ini.
“Musuh utama dari Kopdes Merah Putih itu adalah ketakutan, kecurigaan, dan keraguan. Padahal, bangsa ini dibangun oleh para petarung lewat optimisme, bukan keraguan,” tegas Menkop dalam Dialog Percepatan Musyawarah Desa/Kelurahan se-Jawa Tengah di Semarang, Selasa (29/4/2025).
Pernyataan ini disampaikannya menjawab pertanyaan salah satu kepala desa yang masih mempertanyakan efektivitas dan keberlanjutan program tersebut. Menkop Budi menjamin, program ini bukan proyek coba-coba. Pemerintah pusat melibatkan lintas kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah untuk memastikan pelaksanaannya tepat sasaran dan berkelanjutan.
Program Strategis Nasional: 80.000 Kopdes Siap Diperkuat Pemerintah
Budi Arie menyatakan bahwa pemerintah menargetkan pembentukan 80.000 unit Kopdes/Kel Merah Putih di seluruh Indonesia. Program ini akan difokuskan pada penyediaan kebutuhan pokok, simpan pinjam, layanan kesehatan, logistik, hingga pembentukan apotek dan gudang desa.
Ia juga mengungkapkan bahwa secara hitung-hitungan bisnis, setiap Kopdes dapat menghasilkan keuntungan minimal Rp1 miliar dalam tahun pertama operasional, dengan potensi perputaran dana mencapai Rp2.000 triliun secara nasional.
“Ini bukan wacana, ini program real. Kami libatkan BUMN seperti BRI dan Pos Indonesia untuk ikut mendampingi, agar masyarakat desa benar-benar mendapatkan manfaat langsung,” ujar Budi.
Presiden Prabowo Dukung Penuh, Pengurus Dipilih Secara Musyawarah
Budi Arie menyebut, program ini juga mendapat dukungan penuh dari Presiden Prabowo Subianto. Oleh karena itu, ia mengajak masyarakat untuk tidak terjebak dalam stereotip negatif, melainkan ikut serta mengawal program ini agar benar-benar berjalan transparan dan profesional.
Pengurus Kopdes akan dipilih secara terbuka melalui Musyawarah Desa Khusus (Musdesus). Sistem pengawasan pun dilakukan secara partisipatif dengan melibatkan masyarakat desa sebagai pemilik koperasi, bukan hanya pengguna jasa.
“Kopdes Merah Putih ini harus dikelola dengan transparansi, profesionalitas, dan akuntabilitas. Ini adalah alat perjuangan ekonomi rakyat untuk membasmi kemiskinan desa,” katanya.
Kabinet Merah Putih Turun Langsung Kawal Program
Acara ini juga dihadiri oleh jajaran penting Kabinet Merah Putih: Menko Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Desa Yandri Susanto, Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono, Wamendagri Bima Arya, Wamen Koperasi Ferry Juliantoro, Wamendes Riza Patria, dan Wamentan Sudaryono.
Dari Jawa Tengah tampak hadir Gubernur Ahmad Luthfi, Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, Sekda Jateng, bupati dan wali kota, serta 8.567 kepala desa dan lurah se-Jawa Tengah.
“Program ini akan kami kawal sampai tuntas. Tidak boleh ada yang gagal, karena Kopdes Merah Putih adalah fondasi pemerataan ekonomi rakyat,” pungkas Budi Arie.
