Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan atau Zulhas memastikan ketersediaan ayam ras dan telur tetap aman sepanjang bulan Ramadhan hingga Lebaran.
Pemerintah telah mengambil langkah strategis dengan meningkatkan suplai kedua komoditas tersebut di pasar tradisional maupun modern guna menjaga stabilitas harga.
“Kami telah sepakat untuk memastikan pasokan tetap terjaga selama bulan suci Ramadhan dan Lebaran. Suplai harus ditambah dari biasanya, kalau rata-rata harian misalnya sejumlah X, maka selama bulan puasa akan dinaikkan menjadi X plus lebih,” ujar Zulhas dalam konferensi pers di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Selasa (1/3).
Produksi Ditambah 20 Persen untuk Mengimbangi Lonjakan Permintaan
Dalam upaya menjaga keseimbangan pasokan, pemerintah meminta produsen untuk meningkatkan produksi ayam ras dan telur hingga 20 persen. Zulhas menjelaskan bahwa peningkatan ini sejalan dengan tren lonjakan permintaan yang kerap terjadi menjelang bulan puasa dan Lebaran.
“Biasanya produksi 100 persen, sekarang saya minta ditingkatkan menjadi 120 persen, atau lebih jika memungkinkan. Semua pihak sudah memahami bahwa permintaan selalu meningkat saat bulan puasa dan Lebaran, sehingga produksi juga harus mengikuti,” jelasnya.
Saat ini, harga eceran tertinggi (HET) ayam ras ditetapkan sebesar Rp40 ribu per kilogram, sementara di beberapa pedagang harganya berkisar antara Rp34 ribu hingga Rp39 ribu per kilogram. Sedangkan untuk telur, HET yang ditetapkan pemerintah adalah Rp27 ribu per kilogram.
Komitmen Peternak untuk Menjaga Harga Sesuai HET
Zulhas juga menegaskan bahwa para peternak ayam telah menyatakan kesepakatannya untuk menjual ayam ras dan telur sesuai dengan HET yang ditetapkan pemerintah.
“Semua pelaku usaha di sektor ini sudah sepakat. Kadang-kadang ada perbedaan pendapat sedikit, tapi itu wajar. Yang terpenting, menjelang Lebaran dan bulan puasa, semuanya kompak memastikan stok melimpah dan harga tetap terjangkau,” ujarnya optimis.
Dengan langkah-langkah ini, masyarakat diharapkan tidak perlu khawatir mengenai ketersediaan ayam dan telur selama Ramadhan dan Lebaran. Pemerintah terus mengawasi pasar agar harga tetap stabil dan pasokan tetap mencukupi.
