Jakarta (kabarnetizenterkini.com) – Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) Hasan Nasbi menegaskan bahwa pengangkatan calon aparatur sipil negara (CASN) tidak boleh dilakukan secara gegabah karena ASN merupakan tulang punggung (backbone) bangsa yang memiliki peran vital dalam pelayanan publik.

“CASN itu kan pelayan publik, pelayan masyarakat. Jadi ‘backbone’ bangsa kita. Kalau mau jujur, orang (jabatan) politik seperti saya, itu lima tahun bisa hilang. Jangankan lima tahun, enam bulan, tiga bulan juga bisa hilang. Tapi ASN, dia akan berpuluh-puluh tahun di situ,” kata Hasan Nasbi, dalam pernyataan kepada media di Jakarta, Senin (17/3) malam.

Menurutnya, berbeda dengan jabatan politik seperti menteri atau kepala lembaga, ASN merupakan pelayan masyarakat dalam jangka panjang sehingga penempatan mereka harus melalui analisis kebutuhan yang cermat.

Analisis Jabatan Jadi Kunci dalam Penempatan CASN

Pemerintah mengakui bahwa dalam proses pengangkatan CASN, perlu dilakukan analisis jabatan untuk memastikan penempatan sesuai dengan kebutuhan kementerian, lembaga, maupun pemerintah daerah.

“Pemerintah punya rencana, tetapi juga menerima masukan dari masyarakat. Ini harus dikaji, dirumuskan, dan dibuat simulasinya. Apakah sesuai dengan kebutuhan dan pelayanan publik nantinya. Setelah menemukan formulasi yang tepat, baru bisa diumumkan,” jelas Hasan.

Prabowo Percepat Pengangkatan CASN 2024

Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan percepatan pengangkatan CASN untuk formasi tahun 2024, dengan target penyelesaian sebagai berikut:

Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) diselesaikan paling lambat Juni 2025
Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) seluruhnya diselesaikan paling lambat Oktober 2025

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, dalam konferensi pers “Pengangkatan CASN 2024” di Kantor Kementerian PANRB, Jakarta, Senin (17/3), mengatakan bahwa ini merupakan kebijakan afirmasi terakhir untuk penerimaan PPPK 2024.

“Setelah ini, pengangkatan ASN akan dilakukan melalui jalur rekrutmen normal, sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan kebutuhan negara,” ujar Prasetyo Hadi.

Bukan Sekadar Membuka Lapangan Kerja, Tapi Optimalisasi Pelayanan Publik

Presiden Prabowo menekankan bahwa pengangkatan CASN bukan hanya tentang menciptakan lapangan kerja, tetapi untuk memastikan pelayanan publik berjalan optimal dan memberi manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat.

Oleh karena itu, proses seleksi dan penempatan harus benar-benar mencerminkan kebutuhan nyata di berbagai instansi pemerintahan, agar ASN yang direkrut benar-benar kompeten dan siap menjalankan tugasnya secara profesional.

Dengan kebijakan ini, diharapkan pemerintah dapat mengoptimalkan jumlah ASN yang diperlukan tanpa menambah beban anggaran negara secara berlebihan, sekaligus memastikan bahwa pelayanan publik dapat berjalan lebih efektif di masa mendatang.