Jakarta, 11 September 2025 – Aktivis pemuda nasional, Benny Ario, membantah keras isu yang menyebut TNI tengah menyiapkan skenario darurat militer. Ia menilai tudingan tersebut tidak berdasar dan hanya menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Menurut Benny, sejak reformasi TNI telah meneguhkan komitmen sebagai institusi profesional yang berlandaskan konstitusi serta menjunjung prinsip demokrasi. “Tidak ada indikasi TNI ingin menciptakan kondisi darurat militer. Isu itu murni fitnah yang harus segera dihentikan,” tegasnya dalam keterangan pers di Jakarta, Kamis (11/9).

Ia menambahkan, pemberlakuan darurat militer hanya bisa dilakukan Presiden pada situasi luar biasa, bukan karena dinamika politik atau aksi unjuk rasa yang marak terjadi. “Demo mahasiswa atau perdebatan politik tidak bisa dijadikan alasan untuk menebar ketakutan seakan negara sedang di ambang perang,” ujarnya.

Benny juga mengingatkan agar generasi muda tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang menyeret TNI ke dalam skenario politik tertentu. Menurutnya, tuduhan semacam itu justru merusak kepercayaan publik dan berpotensi melemahkan persatuan bangsa.

“Kita seharusnya berdiri di belakang TNI, karena mereka adalah garda terdepan menjaga kedaulatan negara. Jika ada pihak yang terus menyebarkan kabar miring, penegak hukum harus turun tangan. Negara tidak boleh kalah dengan provokasi,” paparnya.

Menutup pernyataannya, Benny menyerukan agar pemuda mengambil peran sebagai penjernih informasi. “Jangan sampai opini sesat menjerumuskan masyarakat. Rakyat dan TNI harus terus bersatu demi Indonesia yang kokoh,” pungkasnya.