Kabar Netizen Terkini – Ketua Kompartemen Advokasi dan Kelembagaan Persaudaraan Tani dan Nelayan Indonesia (Petani), Tunjung Utomo, mengajak masyarakat untuk tidak langsung menolak atau berprasangka terhadap rencana revisi Undang-Undang Tentara Nasional Indonesia (UU TNI). Ia menilai bahwa TNI telah memainkan peran yang sangat penting dalam pembangunan nasional, termasuk dalam sektor pertanian dan perikanan.

“TNI telah menunjukkan kontribusi nyata bagi masyarakat, bukan hanya dalam menjaga kedaulatan negara, tetapi juga dalam membantu petani dan nelayan melalui berbagai program pembangunan. Kami merasakan langsung bagaimana mereka turut serta dalam pembangunan infrastruktur irigasi, penyediaan suplai air, dan kebutuhan dasar lainnya,” ungkap Tunjung pada Senin (17/3).

Menurutnya, salah satu bentuk nyata keterlibatan TNI dalam mendukung ketahanan pangan adalah melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD). Program ini berperan besar dalam mempercepat pembangunan infrastruktur dasar seperti jalan pertanian, jembatan, dan sistem irigasi, yang secara langsung mendukung kelancaran distribusi hasil pertanian dan perikanan.

“TNI melalui TMMD telah banyak membantu masyarakat desa, termasuk petani dan nelayan, dengan membangun sarana dan prasarana yang mempermudah aktivitas pertanian dan perikanan. Ini tentu memberikan dampak besar terhadap kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Selain infrastruktur, Tunjung juga menyoroti peran TNI dalam pemberdayaan masyarakat, termasuk pendampingan dalam bidang pertanian dan perikanan serta edukasi mengenai pengelolaan hasil panen.

“Kehadiran TNI dalam mendukung masyarakat kecil bukan sekadar simbolis, melainkan bagian dari pengabdian yang nyata dan bertujuan meningkatkan kesejahteraan rakyat,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa dalam situasi darurat seperti kekeringan panjang, TNI juga turut serta dalam menyalurkan bantuan air bersih untuk masyarakat pedesaan.

“Ketika musim kemarau berkepanjangan, kami sering melihat bagaimana TNI turun langsung untuk membantu suplai air bersih. Mereka bahkan bergotong royong membangun sumur dan sistem saluran air yang sangat dibutuhkan oleh warga,” jelas Tunjung.

Menanggapi wacana revisi UU TNI, ia menilai bahwa perubahan aturan ini sebaiknya dilihat sebagai langkah untuk memperkuat profesionalisme dan peran TNI dalam pengabdian kepada bangsa.

“Revisi ini perlu dipahami sebagai upaya menjadikan TNI lebih adaptif terhadap tantangan zaman, termasuk dalam menghadapi persoalan non-militer seperti ketahanan pangan dan pembangunan pedesaan,” tandasnya.

Ia pun menegaskan bahwa dirinya mendukung penuh setiap kebijakan yang bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme dan peran TNI dalam membantu masyarakat.

“Revisi UU TNI diharapkan dapat memberikan kejelasan dalam peran serta ruang gerak TNI dalam membantu rakyat. Dengan demikian, pengabdian mereka dapat semakin maksimal dan selaras dengan semangat bela negara serta penguatan ketahanan nasional,” tutupnya.