Jakarta (kabarnetizenterkini.com) – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bersama Wakil Gubernur Rano Karno secara resmi menyerahkan kunci rumah susun (rusun) Kampung Susun Bayam (KSB) kepada warga eks Kampung Bayam Madani, Jakarta Utara, pada Kamis (6/3).

Dalam sambutannya, Pramono menyampaikan rasa syukur karena akhirnya bisa memenuhi janjinya kepada warga yang sebelumnya harus bertahan di tenda dan hunian sementara setelah tidak bisa menempati Kampung Susun Bayam.

“Saya ingin mengucapkan puji syukur kehadirat Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa. Hari ini, saya bisa memenuhi salah satu janji saya,” ujar Pramono di lokasi.

Penyelesaian Polemik dengan Pendekatan Hati

Ketika ditanya bagaimana ia bisa menyelesaikan polemik Kampung Bayam dalam waktu singkat setelah menjabat sebagai Gubernur, Pramono menegaskan bahwa kunci utama penyelesaiannya adalah dengan mendengarkan aspirasi warga.

“Penyelesaiannya sederhana, yaitu dengan hati. Karena selama ini tidak ada yang benar-benar mau mendengar keluhan warga. Saya dengarkan semuanya, baik itu keluhan, komplain, maupun aspirasi lainnya. Setelah semuanya dipahami, solusi bisa segera ditemukan,” jelasnya.

Ia berharap, langkah ini bisa membawa manfaat bagi masyarakat dan menjadi solusi berkelanjutan bagi mereka yang membutuhkan hunian layak.

Sebanyak 33 Kepala Keluarga Terima Kunci Rusun

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (JakPro), Iwan Takwin, mengungkapkan bahwa sebanyak 33 kepala keluarga (KK) telah menerima kunci hunian di Kampung Susun Bayam.

Selain mendapatkan tempat tinggal, para warga juga akan diberikan pekerjaan dengan gaji sebesar upah minimum regional (UMR).

Terkait biaya sewa rusun, Iwan menjelaskan bahwa warga akan dikenakan tarif Rp1,7 juta per bulan, yang nantinya dipotong langsung dari upah mereka.

“Jumlah ini sudah melalui diskusi dengan warga dan telah disepakati bersama,” ungkapnya.

Pelatihan Sesuai Keahlian Warga

Selain menyediakan hunian, JakPro juga memastikan bahwa warga mendapatkan pelatihan kerja sesuai dengan keahlian mereka.

“Kami telah menyerahkan formulir yang harus diisi warga sesuai keahlian mereka agar program ini bisa berjalan optimal. Hingga hari ini, sudah ada 33 formulir yang dikumpulkan, dan dalam minggu ini prosesnya masih terus berjalan. Pada minggu ketiga bulan ini, kami akan mulai pelatihan sesuai bidang masing-masing,” tambah Iwan.