
Jakarta, 17 November 2025 — Ibu Kota kembali menjadi pusat perhatian hari ini setelah dua kelompok masyarakat dijadwalkan menggelar aksi unjuk rasa secara terpisah. Massa buruh dan mahasiswa turun ke jalan untuk menyuarakan tuntutan mereka pada pemerintah.
Dua Kelompok Gelar Aksi
Kepala Seksi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Iptu Ruslan Basuki, menyampaikan bahwa ada dua elemen besar yang akan menggelar aksi. Demonstrasi pertama dilakukan oleh Aliansi Federasi Serikat Pekerja dan Serikat Buruh se-Jakarta, disusul aksi kedua dari Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).
Buruh Menyuarakan Tuntutan Upah di Kawasan Monas
Aksi buruh digelar lebih awal, yakni pada pagi hari, berpusat di Lapangan Ikada, Monas. Massa yang tergabung dalam Aliansi Federasi Serikat Pekerja dan Serikat Buruh se-Jakarta membawa isu terkait penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) dan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) yang biasanya diumumkan pada bulan November.
Buruh menilai proses penetapan upah tahun ini harus mempertimbangkan inflasi, kebutuhan hidup layak, serta kondisi ekonomi pekerja pasca-pandemi.
“Unjuk rasa dari Aliansi Federasi Serikat Pekerja Serikat Buruh se-Jakarta dan beberapa elemen massa berlangsung pagi ini di Lapangan Ikada, Monas,” kata Iptu Ruslan dalam keterangan resminya.
Mahasiswa HMI Gelar Aksi di Depan Gedung MK
Aksi kedua dimulai pada siang hari. Massa Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) mendatangi Gedung Mahkamah Konstitusi (MK) di Jalan Medan Merdeka Barat, Gambir. Unjuk rasa ini merupakan bentuk protes mahasiswa terhadap sejumlah isu hukum dan kebijakan nasional yang dinilai memerlukan pengawasan ketat dari publik.
Para mahasiswa hadir dengan membawa berbagai poster, seruan moral, serta tuntutan yang ditujukan kepada para hakim MK agar menjaga independensi lembaga dalam menangani perkara-perkara strategis.
