Jakarta, Minggu (14/9) — Sekitar 80 anggota Aliansi Rakyat Peduli Negeri (APRN) menggelar aksi damai di kawasan Bundaran Hotel Indonesia sejak pukul 08.25 WIB. Massa bergerak dari Jalan Sudirman sambil membentangkan sejumlah spanduk, salah satunya bertuliskan “Stop Kriminalisasi TNI, Demi NKRI!” serta membuka petisi yang ditandatangani warga yang melintas.

Koordinator aksi, Mario, menyampaikan bahwa APRN resah dengan maraknya provokasi di ruang publik yang berpotensi memecah belah TNI dan Polri. Menurutnya, aliansi menolak keras upaya adu domba dan menegaskan soliditas kedua institusi tetap terjaga. Ia juga meminta pihak-pihak yang mencoba memecah persatuan untuk menghentikan provokasi.

Aksi diisi orasi singkat, penggalangan tanda tangan, dan ajakan kepada masyarakat untuk menjaga persatuan. Mario menyebut dukungan warga yang hadir dan berpartisipasi dalam petisi menjadi bukti bahwa publik menolak segala bentuk kriminalisasi maupun narasi yang memecah TNI–Polri.

“Ke depan, kami berharap TNI dan Polri terus bersinergi menjaga keamanan dan ketertiban. Polri berada di tengah masyarakat dalam fungsi pemeliharaan kamtibmas, sementara TNI memegang peran kunci dalam pertahanan negara,” ujar Mario.

Kegiatan berlangsung tertib hingga selesai, dengan pesan utama APRN: memperkuat kebersamaan dan menutup ruang bagi provokasi yang dapat merusak keutuhan bangsa.