Serang – Gerakan penolakan terhadap proyek raksasa Pantai Indah Kapuk 2 (PIK-2) di pesisir utara Banten semakin terstruktur. Koalisi Kerabat Semesta Banten (KSB) bersama Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (KB-PII) Provinsi Banten merumuskan strategi peningkatan perlawanan yang menggabungkan konsolidasi internal, perluasan jaringan eksternal, penguatan jalur hukum, hingga kampanye opini publik.
Langkah pertama adalah penguatan konsolidasi internal, dengan mempererat koordinasi antara KSB, KB-PII, dan jaringan ormas serta komunitas pesisir. Keseragaman narasi dan strategi dijaga melalui penetapan struktur komando dan jalur komunikasi cepat untuk merespons isu atau agenda mendadak.
Di sisi eksternal, ekspansi aliansi menjadi fokus. KSB akan menjalin kerja sama dengan LSM lingkungan, akademisi, dan organisasi profesi hukum demi memperkuat basis data, kajian, dan legitimasi advokasi. Dukungan tokoh agama dan adat di luar Banten juga akan digalang untuk memperluas daya jangkau gerakan.
Optimalisasi jalur formal dilakukan dengan memanfaatkan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dan forum resmi DPRD sebagai panggung strategis penyampaian data dan tuntutan. KSB juga mendorong pembentukan tim independen guna melakukan audit sosial-lingkungan yang dapat dijadikan acuan resmi dalam pengambilan kebijakan.
Untuk penguatan opini publik, gerakan ini akan mengandalkan kampanye media yang konsisten, baik di platform digital maupun media arus utama. Narasi kerugian masyarakat dan dampak lingkungan akan disuarakan melalui materi visual dan testimoni warga terdampak, guna membangun simpati publik yang lebih luas.
Dari sisi jalur hukum dan advokasi, KSB akan mengidentifikasi pelanggaran hukum dan prosedur proyek PIK-2 sebagai dasar gugatan. Bantuan hukum bagi masyarakat terdampak akan dikoordinasikan agar langkah hukum bersifat kolektif, terarah, dan memiliki daya tekan tinggi.
Terakhir, keterlibatan generasi muda menjadi kunci kesinambungan gerakan. KB-PII akan menggelar diskusi, kajian, dan pelatihan advokasi di kalangan pelajar-mahasiswa untuk mencetak kader penggerak baru yang siap melanjutkan perjuangan.
Dengan strategi berlapis ini, perlawanan terhadap proyek PIK-2 diprediksi akan semakin solid, terorganisir, dan memiliki pengaruh signifikan terhadap kebijakan pemerintah, baik di tingkat daerah maupun nasional.
