Bekasi – Keberadaan Satgas Premanisme Industri di Kawasan Industri EJIP, Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, dinilai efektif menciptakan rasa aman dan nyaman bagi dunia usaha. Hal ini disampaikan langsung oleh H. Tatang Suganda Toufik, Kepala Seksi Pengamanan (Kasipam) Kawasan Industri EJIP, dalam pertemuan pada Kamis (14/8/2025) di EJIP Center, Sukaresmi.
H. Tatang menyampaikan apresiasi tinggi kepada Satgas Premanisme Industri yang telah membantu menjaga stabilitas keamanan, sehingga distribusi, produksi, dan operasional perusahaan di kawasan berjalan lancar tanpa gangguan aksi premanisme. “Kami mengucapkan terima kasih. Sejak Satgas hadir, suasana kawasan benar-benar kondusif,” ujarnya.
Langkah Proaktif Cegah Gangguan Keamanan
Selain pengamanan terbuka, pihak keamanan internal PT EJIP juga menerapkan patroli tertutup dengan dua personel berpakaian preman setiap malam. Patroli ini difokuskan untuk memantau komunitas motor dan kelompok yang berpotensi melakukan tindak kriminal, seperti pencurian sepeda motor karyawan.
Hasilnya terlihat nyata: sepanjang Agustus 2025 tidak ada lagi proposal permintaan sumbangan HUT RI dari ormas maupun kelompok lain, yang sebelumnya kerap memicu keresahan. Meski demikian, pihak manajemen tetap berpartisipasi memeriahkan HUT RI ke-80 dengan memberikan hadiah untuk pihak kecamatan dan desa setempat.
Dampak Positif bagi Iklim Investasi
Keamanan yang terjaga di Kawasan Industri EJIP berdampak langsung pada kepercayaan investor. Minimnya pungutan liar, intimidasi, maupun aktivitas premanisme membuat para pelaku usaha merasa nyaman dan fokus pada kegiatan produksi.
“Sejak ada Satgas Premanisme Industri, tidak ada lagi pungli atau gangguan. Dunia usaha lebih tenang, dan iklim investasi di kawasan semakin kondusif,” tegas H. Tatang dalam pernyataan positif yang juga direkam dalam video testimoni.
Menjaga Daya Saing Industri Nasional
Keberhasilan ini menjadi contoh bahwa sinergi antara satgas keamanan dan manajemen kawasan industri mampu menciptakan ekosistem usaha yang aman dan produktif. Di tengah persaingan global yang ketat, jaminan keamanan menjadi salah satu faktor penentu daya saing dan daya tarik investasi di Indonesia.
