Bekasi – Aksi unjuk rasa lanjutan yang digelar Konsulat Cabang Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (KC-FSPMI) Kabupaten/Kota Bekasi di depan PT Yamaha Music Manufacturing Asia (YMMA), Kawasan Industri MM2100, Cikarang Barat, Kamis (14/8/2025), berlangsung hingga larut malam. Meski situasi terkendali, aksi ini menyoroti pentingnya penyelesaian perselisihan industrial secara cepat agar tidak mengganggu iklim investasi di dalam negeri.
Sekitar 300 buruh hadir dalam aksi tersebut, membawa tuntutan utama, di antaranya pembatalan PHK terhadap dua pimpinan serikat, pembayaran kembali upah yang dipotong, pencabutan surat peringatan terhadap anggota PUK SPEE FSPMI, serta kesepakatan penyesuaian upah tahun 2025.
Selama hampir 13 jam, rangkaian aksi diwarnai orasi bergantian dari pimpinan serikat dan tokoh buruh, yang menegaskan komitmen untuk terus bertahan hingga tuntutan dipenuhi. Negosiasi dengan pihak kepolisian sempat dilakukan pada malam hari, namun belum membuahkan kesepakatan. Massa akhirnya membubarkan diri dengan tertib menjelang tengah malam, dengan rencana melanjutkan aksi pada Jumat (15/8/2025).
Kondusifitas Kawasan Industri Jadi Taruhan
Kawasan Industri MM2100 merupakan salah satu sentra manufaktur strategis yang menampung berbagai perusahaan multinasional. Keberlangsungan aktivitas industri di kawasan ini sangat bergantung pada stabilitas keamanan dan kelancaran operasional.
Pengamat ketenagakerjaan dan investasi menilai, aksi buruh yang berlarut-larut tanpa solusi konkret berpotensi menurunkan kepercayaan investor. “Perselisihan hubungan industrial adalah hal wajar, tetapi jika dibiarkan berkepanjangan dan mengganggu operasional, dampaknya bisa merembet pada rantai pasok dan citra investasi Indonesia,” ujarnya.
Pemerintah pusat dan daerah diminta memprioritaskan penyelesaian damai melalui perundingan tripartit yang melibatkan pekerja, pengusaha, dan mediator dari dinas tenaga kerja. Hal ini tidak hanya melindungi hak buruh, tetapi juga memastikan iklim investasi tetap terjaga.
Seruan Penyelesaian Cepat
Aksi di PT YMMA menjadi pengingat pentingnya mekanisme penyelesaian perselisihan yang efektif dan adil. Dengan kesepakatan bersama yang cepat tercapai, potensi eskalasi bisa dicegah dan aktivitas industri dapat kembali normal.
Menjaga keseimbangan antara kepentingan pekerja dan dunia usaha adalah kunci menciptakan ekosistem investasi yang sehat. Di tengah persaingan global yang ketat, stabilitas hubungan industrial menjadi salah satu faktor penentu daya tarik Indonesia di mata investor asing maupun domestik.
