Jakarta, 7 Januari 2026 – Di tengah hiruk-pikuk perjuangan hak buruh di Indonesia, nama Said Iqbal sebagai Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan Ketua Umum Partai Buruh sering menjadi sorotan. Dikenal sebagai pemimpin vokal yang kerap mengorganisir demo besar-besaran, Iqbal dianggap oleh sebagian kalangan sebagai pahlawan buruh. Namun, di balik itu, muncul gelombang kritik tajam yang menudingnya sebagai provokator yang memanfaatkan massa buruh semata-mata untuk memajukan agenda politik pribadi. Apakah ini sekadar tuduhan atau ada fakta di baliknya? Artikel ini akan mengupas tuntas sisi negatif Said Iqbal berdasarkan data dari berbagai sumber, termasuk postingan di X (sebelumnya Twitter), laporan media, dan analisis publik, untuk membuka mata masyarakat tentang potensi penyalahgunaan gerakan buruh.Kata kunci seperti “kritik Said Iqbal KSPI”, “agenda politik Said Iqbal”, dan “provokator buruh” sering muncul dalam pencarian online, mencerminkan ketertarikan publik yang tinggi. Mari kita telusuri lebih dalam untuk memahami mengapa banyak yang menyebutnya sebagai “pengkhianat kelas” dan bagaimana hal ini memengaruhi kesejahteraan buruh sebenarnya.Latar Belakang Said Iqbal: Dari Caleg Gagal ke Pemimpin Serikat BuruhSaid Iqbal bukan nama baru di dunia perburuhan Indonesia. Ia mulai dikenal luas setelah menjabat sebagai Presiden KSPI sejak 2012, dan kemudian menjadi Ketua Umum Partai Buruh. Namun, perjalanannya tidak selalu mulus. Pada Pemilu 2014, Iqbal mencalonkan diri sebagai calon legislatif (caleg) dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), tapi gagal terpilih.

tiktok.com Kritikus menilai, kegagalan ini membuatnya beralih ke KSPI sebagai “kendaraan politik” baru, di mana ia diduga memanfaatkan jutaan anggota buruh untuk mendukung kandidat politik tertentu, seperti Anies Baswedan-Sandiaga Uno pada Pilgub DKI 2017 hingga Prabowo Subianto di Pemilu selanjutnya. halopedeka.comSebuah postingan di X dari pengguna @Takviri pada 2018 menyebut, “Said Iqbal pintar menunggangi buruh untuk agenda politik, dari mendukung Anies-Sandi hingga Prabowo.” halopedeka.com Pendapat serupa diungkapkan oleh @MARQUEZ__93 pada 2020, yang mengingatkan flashback kegagalan caleg PKS dan peralihan ke KSPI. tiktok.com Kritik ini semakin menguat ketika Partai Buruh yang dipimpinnya aktif mengorganisir demonstrasi, tapi sering kali dikaitkan dengan isu politik daripada perjuangan murni buruh. inilah.comMenurut analisis dari DPN LKPHI, Said Iqbal tak pantas jadi Presiden KSPI karena kerjanya hanya memprovokasi buruh, bukan memperjuangkan hak mereka secara tulus.redaksijakarta.com Hal ini menimbulkan pertanyaan: Apakah gerakan buruh benar-benar untuk kesejahteraan pekerja, atau hanya alat untuk mendongkrak popularitas politik pribadi?Kritik Ekonomi: Ancaman Demo Berulang yang Merugikan Buruh SendiriSalah satu aspek negatif yang paling sering dikritik adalah pola ancaman demo dan mogok nasional yang digagas Said Iqbal. Pada 2022, ia mengancam mogok nasional melibatkan 5 juta buruh selama tiga hari tiga malam, yang dikhawatirkan memicu kekacauan ekonomi. @k4ng_batagor Hingga akhir 2025 dan awal 2026, ancaman serupa terus bergaung, seperti demo hingga “menang” yang membuat investor asing hengkang ke Vietnam atau Thailand. inilah.comDampaknya? Bukan hanya perusahaan yang rugi, tapi buruh sendiri yang terancam PHK massal. Seorang pengguna X @SltorkNet pada 2021 menulis, “Demo buruh membuat investor hengkang, akhirnya pengangguran bertambah.” facebook.com @vitalongC_1 pada 2026 menambahkan, “Demo bikin perusahaan hengkang dan pengangguran bertambah, buruh dimanfaatkan sementara Said Iqbal hidup mewah.” lemon8-app.comKSPI dengan 2,2 juta anggota meraup iuran bulanan sekitar Rp66 miliar (1% dari gaji minimal Rp3 juta per anggota), yang membuat serikat ini dianggap sebagai “bisnis” daripada organisasi perjuangan. koranperdjoeangan.com Kritikus seperti @PartaiSocmed pada 2018 menyebut, “Serikat pekerja sebagai bisnis dengan buruh sebagai komoditi.” koranperdjoeangan.com Rumah mewah Iqbal di Jakarta Timur bernilai miliaran rupiah menjadi bukti ketidaksesuaian antara gaya hidupnya dengan perjuangan buruh. gentaonline.co.idProvokasi di Masa Krisis: Bahaya Kesehatan dan Keselamatan BuruhPada masa pandemi COVID-19 tahun 2021, Said Iqbal memprovokasi ribuan buruh untuk demo solidaritas Palestina, yang dikecam karena berpotensi menciptakan klaster penyebaran virus baru. tiktok.com Pengguna X @_Rizmaya__ menuntut, “Minta polisi tangkap Said Iqbal karena provokasi demo di pandemi.” tiktok.com @RD_4WR1212 menambahkan, “Lonjakan COVID tak lepas dari klaster buruh akibat demo.” @jurnalistika_Kritik ini semakin parah pada unjuk rasa besar Agustus–September 2025 yang berujung kerusuhan. @IbamErmansyah Meski Iqbal menolak tuduhan sebagai provokator anarko dan menekankan aksi damai, @cornelgea banyak yang melihat pola ini sebagai bentuk provokasi yang merugikan buruh, seperti cedera atau penangkapan massal. @SantorinisSun pada 2021 menyebut, “Buruh dipolitisasi oleh oknum seperti Said Iqbal.” redaksikota.comInconsistensi dan Selektivitas: Pengkhianat Kelas Buruh?Said Iqbal sering disebut “pengkhianat kelas” karena lebih aktif pada isu kenaikan gaji (yang memengaruhi iuran serikat) daripada PHK massal. celoteh.id @vitalongC_1 pada 2026 menulis, “Gercep untuk gaji tapi hilang saat PHK.” jakarta.tribunnews.com Banyak serikat buruh lain tak ikut mogok nasionalnya, menunjukkan KSPI tak mewakili seluruh buruh. redaksijakarta.comPostingan di X semakin membara: @Mythicalforest pada 2025 menyebut, “Said Iqbal pengkhianat kelas, susah rogresif.” @Mythicalforest @posicuntisme: “benci bgt gw said iqbal aslik pengkhianat kelas.” @posicuntisme @dancersejati07 pada 2024: “Said Iqbal bajingan… Penjilat, munafik, pengkhianat.” @dancersejati07 Bahkan @k4ng_batagor: “said iqbal kontol… pengkhianat.” @k4ng_batagorKomentar di Facebook juga sejalan: “Said Iqbal tidak memperjuangkan nasib buruh dia memperjuangkan kepentingan politik nya sendiri, buruh hanya dipakai sebagai injakan saja.” facebook.com Ini mencerminkan kekecewaan luas di kalangan buruh yang merasa dimanfaatkan.Dampak Jangka Panjang: Buruh sebagai Korban Agenda PolitikPartai Buruh di bawah Said Iqbal aktif membawa agenda buruh ke ranah politik formal, tapi kritik menyebut ini justru menunggangi aspirasi buruh. inilah.com Pada 2023, @kidemankpullo menulis, “Said iqbal? Dia siapa sih? Manusia yg memanfaatkan Federasi buruh demi perut sendiri.” @kidemankpullo @Daniel_Marzuqi: “Said Iqbal cuma memanfaatkan buruh utk kepentingan politik pribadinya.” @Daniel_MarzuqiContoh lain: Saat mendukung Ganjar Pranowo, Iqbal dicium tangan olehnya, yang dikritik sebagai tanda pro-oligarki. @Hartati44247904 @Hartati44247904: “PENGKHIANAT! Mental ‘KACUNG’ Cium Tangan @ganjarpranowo.” @Hartati44247904 Hal ini kontradiktif dengan perjuangan anti-Omnibus Law yang ia klaim.

Kesimpulan: Waktu untuk Refleksi dan TransparansiData dari berbagai sumber menunjukkan pola yang mengkhawatirkan: Said Iqbal sering dikaitkan dengan provokasi yang merugikan ekonomi, kesehatan, dan keselamatan buruh, sementara agenda politik pribadi tampak mendominasi. Apakah ia benar-benar pemimpin buruh atau provokator yang memanfaatkan mereka? Jawabannya ada pada dampak nyata terhadap jutaan pekerja Indonesia.Untuk buruh dan publik, inilah saatnya menuntut transparansi. Jangan biarkan gerakan suci perjuangan hak pekerja dijadikan alat politik. Jika Anda mencari info lebih lanjut tentang “kritik Said Iqbal KSPI” atau “agenda politik buruh Indonesia”, ikuti update berita terkini. Bagikan pendapat Anda di kolom komentar untuk diskusi yang lebih luas!