#image_title

Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan respons atas pernyataan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono terkait pembiayaan program revitalisasi galangan kapal nasional.

Saat ditemui di Gedung DPR RI, Rabu (11/2), Purbaya mengaku belum melihat adanya realisasi pemesanan kapal di galangan dalam negeri, meskipun program tersebut kerap disosialisasikan. Ia menyebut telah melakukan pengecekan langsung kepada pelaku usaha galangan, namun belum menemukan adanya pesanan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Menurut Purbaya, jika memang ada perbedaan data, pihaknya akan melakukan verifikasi lebih lanjut melalui jajaran internal Kementerian Keuangan. Ia juga menyinggung bahwa skema pendanaan program tersebut disebut berasal dari pinjaman, namun tetap harus melalui mekanisme pengelolaan di Kemenkeu.

Ia menambahkan bahwa angka anggaran yang dialokasikan masih berubah-ubah sehingga belum bisa memastikan jumlah pastinya. Bagi Purbaya, yang paling utama adalah percepatan implementasi program di lapangan agar manfaatnya segera dirasakan.

Sementara itu, melalui akun Instagram resminya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono sebelumnya menyampaikan sindiran terbuka kepada Purbaya. Ia menegaskan bahwa sumber pendanaan pembangunan kapal berasal dari pinjaman luar negeri, khususnya dari pemerintah Inggris (UK). Trenggono bahkan meminta Purbaya memastikan kembali informasi tersebut kepada jajaran kementeriannya.

Pernyataan itu merujuk pada acara Revitalisasi Galangan Kapal dan Pelayaran Indonesia yang digelar di Jakarta, Selasa (10/2), di mana Purbaya sempat menanyakan kepada pengusaha galangan yang hadir mengenai realisasi pesanan dari KKP. Dari respons audiens, belum ada galangan yang mengaku menerima order.

Polemik ini memperlihatkan adanya perbedaan persepsi terkait realisasi program revitalisasi galangan kapal, khususnya menyangkut aliran pendanaan dan implementasi di lapangan.