Karawang – Manajemen PT Schutz Container Systems Indonesia mengaku tengah menghadapi tekanan menyusul rencana aksi unjuk rasa dari LSM Gerakan Muda Laskar (GML) NKRI pada 16 dan 18 Februari 2026. Aksi tersebut disebut akan melibatkan sekitar 1.000 orang di kawasan pabrik yang berlokasi di Telukjambe Barat, Karawang.
Direktur Utama PT Schutz Container Systems Indonesia, Riki Lee, dalam pertemuan di kantor perusahaan pada 13 Februari 2026 menyampaikan bahwa perusahaannya memproduksi Torn IBC dan drum plastik berwarna biru dengan jumlah karyawan sekitar 150 orang. Ia menegaskan bahwa kondisi produksi saat ini berjalan stabil.
Namun, menurutnya, situasi internal perusahaan menjadi kurang kondusif setelah menerima dua surat permohonan audiensi dari LSM GML NKRI pada Februari 2026. Pihak perusahaan menyatakan telah membalas surat tersebut dengan pemberitahuan bahwa belum dapat memfasilitasi audiensi.
“Setelah kami menyampaikan belum bisa memfasilitasi audiensi, kami menerima surat pemberitahuan rencana aksi unjuk rasa pada 16 dan 18 Februari,” ujar Riki Lee.
Kekhawatiran Dampak Investasi
Riki Lee mengungkapkan kekhawatirannya terhadap potensi dampak negatif dari rencana aksi tersebut, terutama apabila situasi diketahui oleh investor perusahaan yang berbasis di Jerman. Menurutnya, investor tersebut memiliki rencana ekspansi pabrik serupa di wilayah Jawa Timur.
“Ini baru pertama kali kami menghadapi situasi seperti ini. Kami khawatir jika berkembang dan diketahui investor, bisa berdampak pada rencana investasi lanjutan,” katanya.
Ia berharap situasi tetap kondusif agar aktivitas produksi tidak terganggu dan rencana ekspansi dapat berjalan sesuai rencana.
Harapan Situasi Tetap Kondusif
Manajemen perusahaan menyatakan tetap berkomitmen menjalankan kegiatan usaha secara normal serta menjaga komunikasi dengan seluruh pihak terkait. Riki Lee juga berharap rencana aksi tidak terjadi demi menjaga stabilitas kawasan industri dan keberlangsungan operasional perusahaan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak LSM GML NKRI terkait alasan detail rencana aksi tersebut.
Perkembangan situasi di kawasan industri Karawang dalam beberapa hari ke depan diperkirakan akan menjadi perhatian, mengingat potensi dampaknya terhadap iklim investasi dan aktivitas industri setempat.

