
Gerakan Pemuda Indonesia Cinta Tanah Air (PICTA) menegaskan komitmennya untuk terus mengawal proses reformasi Polri agar selaras dengan semangat profesionalitas, transparansi, dan nilai-nilai kemanusiaan. Sikap ini disampaikan dalam kegiatan sarasehan nasional bertema “Reformasi Polri untuk Rakyat” yang menghadirkan berbagai elemen — mulai dari pemuda, akademisi, hingga perwakilan masyarakat akar rumput.
Menurut Tiarma, salah satu perwakilan pemuda, Polri tidak bisa dibiarkan berbenah sendiri. “Pemuda harus menjadi bagian dari kontrol sosial terhadap institusi negara. Reformasi Polri adalah gerakan kolektif, bukan hanya tanggung jawab internal Polri,” ujarnya menegaskan.
Sementara itu, dari sisi hukum dan tata kelola informasi publik, Raja Oloan, S.H., menyampaikan bahwa keterbukaan adalah fondasi utama untuk membangun kepercayaan publik. “Transparansi menjadi kunci dalam menghapus stigma negatif terhadap Polri. Ketika masyarakat mudah memperoleh informasi, maka kepercayaan itu akan tumbuh dengan sendirinya,” jelasnya.
Dari perspektif masyarakat lapisan bawah, Febry Fery Yanon, mewakili kelompok pekerja lapangan, menyoroti pentingnya reformasi Polri yang terasa nyata dalam kehidupan masyarakat kecil. “Kami berharap Polri tampil lebih humanis, memahami kondisi rakyat di lapangan, bukan sekadar hadir saat penindakan,” ungkapnya.
Kegiatan sarasehan ini juga menegaskan dukungan terhadap cita-cita besar pembangunan nasional sebagaimana termaktub dalam Asta Cita — delapan arah kebijakan pembangunan yang menekankan nilai keadilan sosial, pemerintahan yang bersih, serta penegakan hukum yang berkeadilan.
Acara ditutup dengan pernyataan sikap bersama yang menegaskan tekad PICTA untuk terus menjadi bagian dari gerakan reformasi kepolisian.
“Bagi kami, reformasi Polri bukan semata perbaikan institusi, tetapi juga upaya mengembalikan kepercayaan rakyat terhadap negara. Polri yang profesional dan humanis adalah kunci terciptanya rasa aman serta keadilan di tengah masyarakat,” demikian bunyi pernyataan tersebut.
Dengan semangat kolaboratif antara pemuda, masyarakat sipil, dan kalangan akademik, PICTA berharap hasil dari sarasehan ini dapat menjadi rekomendasi konkret bagi para pembuat kebijakan dan institusi Polri dalam mewujudkan reformasi yang berkeadilan dan berkemajuan.
