
Bandung – Situasi keamanan di Kota Bandung sempat memanas pada peringatan Hari Buruh Internasional (May Day), Jumat (1/5/2026), setelah aksi sekelompok massa yang diduga berasal dari kelompok anarko berujung ricuh dan merusak fasilitas umum di dua titik strategis kota.
Insiden terjadi di kawasan Simpang Tujuh Cikapayang dan Perempatan Tamansari (Baltos), yang dikenal sebagai jalur padat aktivitas masyarakat dan lalu lintas. Sekitar 75 orang massa terlibat dalam aksi yang berlangsung sejak sore hingga malam hari tersebut.
Kronologi Kericuhan
Kericuhan bermula sekitar pukul 16.45 WIB saat massa bergerak dari arah Tamansari menuju Simpang Tujuh Cikapayang dan berkumpul di bawah flyover. Tak lama berselang, aksi berubah anarkis dengan pemblokiran jalan arah Dago serta pembakaran pembatas jalan.
Situasi semakin memanas ketika kelompok tersebut terlibat gesekan dengan massa tandingan. Massa anarko kemudian bergeser menuju kawasan Tamansari (Baltos) dan melanjutkan aksinya dengan membakar ban bekas serta sampah di bawah flyover.
Memasuki pukul 17.40 WIB, tindakan destruktif semakin masif. Massa mulai merusak rambu lalu lintas, disusul penghancuran fasilitas publik seperti videotron dan pos polisi. Puncaknya terjadi sekitar pukul 18.39 WIB ketika kedua fasilitas tersebut dibakar.
Upaya Aparat Mengendalikan Situasi
Menanggapi eskalasi tersebut, aparat kepolisian bergerak cepat melakukan tindakan pengamanan. Setelah upaya persuasif tidak diindahkan, polisi akhirnya melakukan tindakan tegas dengan memukul mundur massa pada pukul 19.38 WIB.
Sekitar pukul 20.00 WIB, situasi mulai terkendali setelah massa membubarkan diri. Kondisi di lokasi kejadian dinyatakan aman dan lalu lintas kembali normal pada pukul 21.30 WIB.
Ancaman Nyata terhadap Keamanan Publik
Peristiwa ini menjadi sorotan serius karena menunjukkan adanya upaya sistematis dari kelompok tidak bertanggung jawab dalam menciptakan instabilitas keamanan di ruang publik. Aksi pembakaran dan perusakan fasilitas umum tidak hanya merugikan secara materiil, tetapi juga mengancam keselamatan masyarakat luas.
Kerusakan pada pos polisi dan videotron di kawasan Tamansari menjadi bukti nyata bahwa aksi tersebut bukan sekadar unjuk rasa, melainkan tindakan yang mengarah pada sabotase fasilitas negara.
Penegasan Pentingnya Kewaspadaan
Pihak berwenang diharapkan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi infiltrasi kelompok anarko dalam setiap momentum aksi massa, khususnya pada peringatan hari besar seperti May Day. Langkah preventif dan deteksi dini menjadi kunci dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat. Peristiwa di Bandung ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kebebasan menyampaikan pendapat harus tetap berada dalam koridor hukum, tanpa merusak fasilitas umum maupun mengganggu keamanan publik
