Crowd of bystanders on a wet street around a large fire with dark smoke during a protest or confrontation.
WhatsApp Image 2026 05 02 at 110840

BANDUNG – Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di Kota Bandung pada Jumat, 1 Mei 2026, yang awalnya berlangsung damai dinodai oleh aksi anarkis. Kericuhan tersebut dipicu oleh sekelompok massa berbaju hitam yang diduga kuat sebagai Kelompok Anarko. Mereka melakukan perusakan fasilitas umum hingga pembakaran di kawasan Simpang Tujuh Taman Cikapayang dan Perempatan Tamansari (sekitar area Balubur Town Square/Baltos).

Kejadian ini sempat membuat arus lalu lintas lumpuh total dan memicu ketegangan di tengah masyarakat. Berikut adalah fakta dan kronologi lengkap mengenai kerusuhan yang terjadi di pusat Kota Bandung tersebut.

Kronologi Kericuhan di Cikapayang dan Tamansari (Baltos)

Kericuhan bermula pada Jumat sore hingga malam (1/5/2026), tepat setelah massa buruh dan mahasiswa menyampaikan aspirasinya secara tertib terkait regulasi ketenagakerjaan di area pemerintahan. Situasi mendadak memanas ketika sekelompok orang tak dikenal berpakaian serba hitam dan menutupi wajahnya bergerak ke arah persimpangan Cikapayang dan Tamansari.

  • Pemblokadean Jalan: Kelompok massa tersebut sengaja menutup jalan di perempatan Tamansari arah Baltos menggunakan tumpukan kayu, batu, dan rambu jalan, memicu kemacetan parah dan kepanikan pengguna jalan.
  • Perusakan Fasilitas Umum: Tanpa alasan yang jelas, mereka mulai merusak sejumlah fasilitas publik di sekitar lokasi, termasuk lampu merah (APIL) dan pembatas jalan.
  • Pembakaran Pos Polisi dan Molotov: Aksi semakin tak terkendali ketika kelompok ini membakar ban di tengah jalan dan melemparkan bom molotov. Sebuah pos polisi di Simpang Cikapayang menjadi sasaran pembakaran massa, memaksa petugas Pemadam Kebakaran segera turun tangan untuk menjinakkan api.

Polisi Pastikan Pelaku Bukan Bagian dari Massa Buruh

Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Rudi Setiawan, dengan tegas mengklarifikasi bahwa kelompok perusuh di Tamansari dan Cikapayang bukanlah representasi dari elemen buruh maupun mahasiswa yang sedang melakukan demonstrasi.

“Ini adalah kelompok masyarakat yang tidak dikenal, dengan ciri khas pakaian hitam, tutup muka, membawa molotov, dan melakukan perusakan fasilitas umum,” ujar Kapolda Jabar. Pihak kepolisian menyatakan tindakan kelompok ini sebagai aksi kriminal yang dirancang untuk memprovokasi keadaan agar aparat terbentur dengan elemen massa aksi lainnya.

Situasi Terkini dan Tindakan Kepolisian

Merespons situasi yang chaos, aparat kepolisian gabungan dari Pasukan Brimob Polda Jabar diterjunkan lengkap dengan kendaraan taktis (rantis), water cannon, serta menggunakan gas air mata secara terukur untuk membubarkan massa.

Berdasarkan situasi pascakericuhan:

  1. Puluhan Pelaku Diamankan: Pihak kepolisian berhasil menangkap sejumlah pemuda berpakaian hitam yang teridentifikasi sebagai provokator dan pelaku perusakan. Mereka diproses secara tegas sesuai hukum pidana yang berlaku.
  2. Arus Lalu Lintas Kembali Normal: Setelah dipukul mundur, blokade jalan berhasil dibersihkan. Memasuki malam hari, Jalan Tamansari, Baltos, dan kawasan Cikapayang kembali dibuka dan bisa dilalui kendaraan seperti biasa.
  3. Kondisi Kondusif: Kepolisian memastikan situasi keamanan di Kota Bandung telah berangsur pulih dan kondusif. Kendati demikian, sisa-sisa kerusakan fasilitas umum akibat kerusuhan masih terlihat jelas.

Warga Kota Bandung diimbau untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh framing hoaks di media sosial, karena aparat telah mengendalikan penuh situasi di lapangan.