BIREUEN — Setelah terputus akibat bencana hidrometeorologi, akses utama Jalan Nasional Banda Aceh–Medan kembali terbuka. Jembatan Krueng Tingkeum di Kecamatan Kuta Blang, Kabupaten Bireuen, mulai dioperasikan kembali pada Sabtu (27/12/2025) setelah rampungnya pemasangan jembatan bailey sebagai solusi darurat.

Jembatan yang berada di lintas timur Sumatera ini memiliki peran vital sebagai penghubung mobilitas barang dan orang antara Banda Aceh dan Medan. Sebelumnya, satu bentang jembatan putus diterjang banjir bandang sehingga melumpuhkan arus transportasi roda empat ke atas. Selama masa darurat, warga hanya dapat menyeberang menggunakan perahu dengan biaya tertentu, termasuk untuk sepeda motor.

Pemulihan dilakukan sejak 9 Desember 2025 dan tuntas dalam kurun kurang dari tiga pekan. Meski telah beroperasi, petugas masih menerapkan sistem buka–tutup satu jam sekali. Pembatasan ini diberlakukan untuk menjaga keselamatan karena kapasitas maksimal jembatan darurat hanya 30 ton, sementara antusiasme pengguna cukup tinggi.

Juru Bicara Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh, Murthalamuddin, menilai berfungsinya kembali jembatan tersebut sangat membantu percepatan pemulihan aktivitas ekonomi, layanan publik, serta distribusi bantuan ke wilayah terdampak. “Konektivitas yang pulih membuat penyaluran logistik jauh lebih lancar,” ujarnya, Minggu (28/12/2025).

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Bireuen Fadhli Amir mengimbau kendaraan roda empat dari arah Banda Aceh menuju Medan untuk memanfaatkan jalur alternatif Jembatan Teupin Reudep–Awe Geutah. Imbauan ini bertujuan mengurangi kepadatan di Jembatan Krueng Tingkeum tanpa melarang kendaraan melintas.

Fokus Wilayah Tengah Aceh

Usai pemulihan sejumlah jembatan di jalan nasional, Pemerintah Aceh mengalihkan prioritas ke wilayah tengah yang mengalami kerusakan paling parah, meliputi Kabupaten Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Gayo Lues. Hingga kini, beberapa desa di kawasan pegunungan masih sulit diakses bahkan terisolasi.

Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir, menyebutkan pemulihan akan difokuskan pada penyambungan jembatan Bireuen–Bener Meriah serta jalan penghubung Aceh Utara–Bener Meriah, termasuk ruas Simpang KKA. Selain itu, perbaikan juga diarahkan pada jalan lintas Pameu, jalur Aceh Tengah–Nagan Raya, serta Aceh Tengah–Gayo Lues yang menjadi urat nadi mobilitas regional.

Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, mengungkapkan masih ada desa yang hanya bisa dijangkau melalui udara karena jalan tertutup longsor. Beberapa akses yang mulai terbuka pun baru dapat dilalui kendaraan khusus seperti motor trail dan mobil penggerak ganda. “Kami berharap percepatan pembukaan jalan agar bantuan logistik dan pemulihan aktivitas warga tidak terhambat,” katanya.

Pemerintah daerah menegaskan, pemulihan konektivitas wilayah tengah menjadi kunci untuk mempercepat pemulihan sosial-ekonomi pascabencana sekaligus memastikan bantuan dasar menjangkau seluruh warga terdampak.