Penyerang senior timnas Lebanon Mohamad Haidar berbicara kepada media usai laga Timnas Indonesia vs Lebanon di laga FIFA Matchday di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya pada Senin 892025

Surabaya – Pertandingan uji coba internasional antara Timnas Indonesia dan Lebanon di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Senin (8/9/2025), berakhir imbang tanpa gol. Walau dominasi penuh ditunjukkan skuad Garuda dengan penguasaan bola mencapai 81 persen dan lebih dari 600 umpan sukses, tim tamu mampu bertahan solid dengan strategi defensif yang ketat.

Kapten Lebanon, Mohamad Haidar, menegaskan bahwa hasil imbang ini merupakan pencapaian positif bagi timnya. Ia mengakui, pendekatan bertahan dan banyaknya waktu yang diulur merupakan bagian dari strategi menghadapi Indonesia yang saat ini dinilainya berada di level lebih tinggi.

“Pertandingan ini bagus bagi kami secara taktik. Tidak semua pemain kami dalam kondisi siap, sementara liga baru dimulai. Jadi kami harus bermain dengan sistem seperti ini,” ucap Haidar dalam konferensi pers.

Lebih jauh, pemain bernomor punggung 10 itu bahkan membandingkan situasi melawan Indonesia dengan menghadapi tim-tim raksasa dunia. “Kalau Indonesia nanti lolos Piala Dunia dan bertemu Argentina atau Brasil, pasti kalian juga akan melakukan hal yang sama: bertahan, membuang waktu, bermain dengan lima bek,” tambahnya.

Meski mengakui permainan timnya keras dan kerap menunda jalannya laga, Haidar menyampaikan permintaan maaf. Ia menegaskan tidak ada niat buruk dari para pemain Lebanon. “Maaf atas apa yang terjadi di lapangan, itu bagian dari sepak bola. Kami tidak bermaksud menimbulkan masalah,” jelasnya.

Dengan hasil ini, Indonesia memang gagal meraih kemenangan di hadapan publik sendiri, namun pertandingan menjadi pelajaran berharga menghadapi tim dengan gaya bermain ultra-defensif. Sementara Lebanon menilai hasil imbang ini sebagai modal penting untuk membangun kekompakan tim di awal musim kompetisi.