Kabar Netizen Terkini – Menjelang peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2025, perhatian publik kembali tertuju pada rencana aksi unjuk rasa yang akan digelar oleh kelompok-kelompok buruh. Ketua Umum Gabungan Serikat Buruh Indonesia (GSBI), Rudi HB Daman, menyampaikan penegasan untuk meluruskan persepsi yang kerap menyudutkan buruh sebagai aktor kericuhan dalam aksi massa.

“Kalau kita jujur melihat sejarahnya, hampir tidak ada aksi buruh saat May Day yang benar-benar menyebabkan kerusuhan. Kalaupun sempat terjadi gesekan, itu biasanya akibat ulah pihak luar yang punya agenda lain dan ingin menggagalkan perjuangan buruh,” ujarnya, Jumat (25/4).

Menurut Rudi, gerakan buruh memiliki orientasi yang jelas: menuntut keadilan sosial dan memperjuangkan hak-hak yang selama ini diabaikan. Ia mengkritisi kondisi buruh yang masih dibayangi ketidakpastian kerja, lemahnya jaminan sosial, serta beban kerja yang tidak manusiawi.

“Buruh itu bukan biang masalah. Justru yang kami hadapi setiap hari adalah tekanan dari sistem ekonomi yang tidak berpihak dan kebijakan negara yang belum sepenuhnya melindungi,” katanya.

Ia menekankan bahwa aksi pada May Day 2025 akan digelar secara damai, sebagai bentuk ekspresi sah dan konstitusional dari rakyat pekerja. Aksi ini bukan tentang anarki, melainkan tentang harga diri dan perjuangan kolektif.

“Buat kami, sangat keliru jika ada yang menganggap May Day sebagai ancaman. Justru ini adalah hari untuk menyuarakan aspirasi secara beradab dan berintegritas. Kami ingin didengar, bukan dimusuhi,” tutupnya.

Pernyataan ini menjadi sinyal kuat bahwa GSBI akan mengedepankan pendekatan damai dalam aksinya, dengan semangat solidaritas buruh dan penolakan terhadap segala bentuk stigma negatif yang menyudutkan gerakan mereka.