Yogyakarta – Bidang Gerakan Keperempuanan BEM Nusantara D.I. Yogyakarta berkolaborasi bersama Bidang Keperempuanan dan Kesehatan BEM Nusantara Pusat, Yayasan Lima-Lima Rasta, dan Literacy Forum menyelenggarakan agenda Ruang Perempuan: Reading Circle & Sharing Space dalam rangka memperingati Hari Buku Nasional 2026 di Lokanusa Kotagede, Minggu (17/5).
Kegiatan ini menjadi ruang literasi dan ruang aman bagi perempuan muda untuk membaca, berbagi perspektif, serta mendiskusikan berbagai isu perempuan dalam suasana yang hangat, inklusif, dan partisipatif. Agenda tersebut dihadiri oleh puluhan mahasiswi dari berbagai kampus serta perempuan muda di Yogyakarta yang antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Agenda ini dihadiri oleh Koordinator Daerah BEM Nusantara DIY, M. Miftahun Ni’am, Koordinator Bidang Gerakan Keperempuanan BEMNUS DIY, Amalina Zahirah Rani, serta Koordinator Bidang Keperempuanan dan Kesehatan BEM Nusantara Pusat, Cindy Aberta Ningrum. Turut hadir pula Puteri Pendidikan Indonesia DIY, Angkik Dwi Aryani, S.M.
Mengusung tema “Perempuan Literasi, Perempuan Berdaya”, kegiatan dikemas dalam konsep reading circle, di mana peserta membaca buku bersama dalam suasana santai dan reflektif dengan mengenakan kebaya atau kain sebagai simbol perempuan Indonesia yang berbudaya dan berdaya.
Setelah sesi membaca bersama, peserta melanjutkan kegiatan dengan sharing insight buku dan diskusi mengenai berbagai isu perempuan yang dekat dengan kehidupan sosial maupun dunia pendidikan. Forum berlangsung secara terbuka dan setara sehingga setiap peserta memiliki ruang untuk menyampaikan pandangan, pengalaman, dan keresahan tanpa rasa takut dihakimi.
Salah satu isu yang menjadi perhatian dalam forum adalah persoalan kekerasan seksual di lingkungan pendidikan. Diskusi berkembang dari refleksi bersama mengenai pentingnya keberanian perempuan untuk bersuara, membangun empati terhadap korban, serta menciptakan ruang sosial dan lingkungan kampus yang lebih aman bagi perempuan.
Melalui kegiatan ini, seluruh pihak kolaborator berharap budaya membaca, berdiskusi, dan keberanian perempuan untuk menyuarakan gagasan dapat terus tumbuh menjadi gerakan kolektif yang membawa dampak positif di tengah masyarakat.

