
JAKARTA — Menjelang peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day pada 1 Mei mendatang, intensitas informasi yang beredar di media sosial dan aplikasi pesan singkat kian meningkat. Namun, di tengah semangat menyuarakan aspirasi buruh dan rakyat, masyarakat umum diimbau untuk mewaspadai peredaran pesan berantai (broadcast) misterius yang menyusupkan ajakan aksi berujung anarkis.
Pantauan di berbagai platform digital dan grup percakapan warga menunjukkan adanya indikasi penyebaran narasi provokatif. Pesan-pesan tersebut kerap kali dibungkus dengan sentimen keadilan sosial, namun diakhiri dengan instruksi untuk melakukan tindakan yang berpotensi memicu bentrokan atau kerusuhan (chaos) di fasilitas umum.
Menyikapi fenomena ini, gerakan solidaritas independen Aktivis Rakyat kembali menegaskan pentingnya menjaga esensi dari sebuah aksi damai. Penyampaian pendapat di muka umum adalah hak yang dilindungi oleh undang-undang, namun tindakan perusakan dan anarkisme murni merupakan tindak pidana yang justru mengaburkan tuntutan substansial dari aksi tersebut.
“Modus kelompok anarkis ini selalu sama dari tahun ke tahun. Mereka menyebar provokasi di dunia maya, menyusup ke tengah barisan massa aksi damai, memicu kericuhan dengan aparat, lalu kabur. Ujung-ujungnya, warga biasa dan mahasiswa yang niatnya bersolidaritas malah dijadikan tameng dan berhadapan dengan hukum,” tegas perwakilan dari jaringan Aktivis Rakyat dalam keterangan tertulisnya.
Antisipasi Kelompok Anarkis dan Hoaks Digital
Dampak dari kerusuhan yang dipicu oleh kelompok tak bertanggung jawab ini paling dirasakan oleh masyarakat umum. Mulai dari terganggunya arus lalu lintas, terhentinya aktivitas ekonomi pedagang kecil, hingga ancaman keselamatan fisik bagi warga yang kebetulan melintas di lokasi kejadian.
Oleh karena itu, masyarakat luas diminta untuk memiliki literasi digital atau kesadaran siber (cyber awareness) yang baik. Beberapa langkah antisipasi yang dapat dilakukan warga antara lain:
- Saring Sebelum Sharing: Jangan mudah meneruskan (forward) pesan ajakan turun ke jalan yang sumbernya tidak jelas atau menggunakan bahasa yang memancing emosi dan kebencian.
- Kenali Ciri Provokasi: Waspadai ajakan aksi yang tidak memiliki penanggung jawab (Korlap) yang jelas, serta instruksi yang meminta peserta membawa benda tumpul atau barang berbahaya lainnya.
- Peringatkan Keluarga: Pastikan anggota keluarga, terutama remaja dan pemuda, tidak mudah terpancing ajakan teman atau kelompok yang tidak dikenal untuk ikut-ikutan aksi tanpa memahami esensinya.
- Hindari Titik Rawan: Bagi masyarakat umum yang tidak berkepentingan, disarankan untuk mencari jalur alternatif dan menghindari titik-titik kumpul massa untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan jika terjadi gesekan.
Sinergi antara masyarakat dan aparat keamanan (TNI-Polri) di lapangan juga sangat krusial untuk mencegah ruang gerak para penyusup. Masyarakat berhak mengamankan lingkungannya dan segera melaporkan kepada pihak berwajib jika menemukan indikasi pergerakan kelompok anarkis yang meresahkan.
Mari wujudkan peringatan Hari Buruh yang aman, tertib, dan substansial. Aspirasi tersampaikan, ketertiban umum tetap terjaga.
