Bireuen, Aceh — Mantan Komandan Jenderal Kopassus sekaligus Purnawirawan Perwira Pembina Potensi Wilayah (P5) Kodam Iskandar Muda, Soenarko, mengukuhkan relawan Sumatra Crisis Centre (SCC) Peusangan Raya, Kabupaten Bireuen, Aceh, Sabtu (28/12/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Soenarko yang juga menjabat sebagai Ketua Penasihat SCC meresmikan Pusat Kegiatan Relawan SCC di wilayah Peusangan Raya. Kehadiran SCC diharapkan dapat memperkuat upaya rekonstruksi dan rehabilitasi pascabencana di Aceh.

“Kita berharap dengan adanya SCC di Peusangan Raya, arah rekonstruksi dan rehabilitasi pascabencana dapat berjalan nyata, terukur, dan berkelanjutan,” ujar Soenarko.

SCC merupakan lembaga kemanusiaan berbentuk konsorsium tingkat Asia Tenggara yang berkantor pusat di Kuala Lumpur, Malaysia. Lembaga ini dibentuk atas inisiatif tokoh-tokoh Melayu dari Malaysia dan Sumatra, Indonesia, dengan fokus pada respons cepat dan terkoordinasi terhadap krisis kemanusiaan.

Selain meresmikan pusat kegiatan relawan, Soenarko juga mengunjungi korban dugaan kekerasan aparat yang terjadi pada 25 Desember 2025 di Kreung Mane, Kabupaten Aceh Utara, sebagai bentuk empati dan kepedulian terhadap kondisi masyarakat terdampak.

Deputy President SCC, Hilmy Maskati, menyampaikan bahwa kehadiran SCC merupakan bagian dari upaya menanggulangi dampak serius banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Aceh dan melumpuhkan aktivitas sosial serta ekonomi masyarakat.

“Lembaga ini hadir untuk membantu masyarakat menghadapi dampak kemanusiaan akibat banjir bandang, agar penanganan bantuan dapat lebih terkoordinasi dan berkelanjutan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua SCC Peusangan Raya, Jamaluddin Ar, menjelaskan bahwa pembentukan SCC Peusangan Raya berangkat dari kesadaran masyarakat setempat untuk tidak hanya menjadi korban, tetapi juga bagian dari solusi atas krisis yang terjadi.

“Air bah datang tanpa aba-aba. Rumah, sawah, meunasah, dan harapan warga tersapu. Di tengah luka kolektif itu, kami merasa terpanggil untuk bergerak,” kata Jamaluddin kepada media, Sabtu (27/12/2025).

Ia menegaskan bahwa SCC Peusangan Raya bukan sekadar simbol solidaritas, melainkan wadah penggalangan dan penyaluran bantuan kemanusiaan yang dikelola secara terarah, sistematis, dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Warga Peusangan Raya yang dikenal memiliki semangat patriotik sejak masa pra-kemerdekaan sepakat membentuk SCC sebagai pusat pengumpulan donasi dan distribusi bantuan agar tepat sasaran dan transparan,” pungkasnya.