Jakarta — Meski sejumlah sekolah di Indonesia memasuki masa libur semester ganjil hingga awal Januari 2026, pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dipastikan tetap berjalan. Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional telah menyiapkan berbagai skema agar pemenuhan gizi anak tidak terhenti selama masa liburan.

Kepala BGN Dadan Hindayana menegaskan bahwa MBG merupakan program strategis jangka panjang untuk perbaikan gizi masyarakat, sehingga tetap dilaksanakan meskipun kegiatan belajar mengajar sementara dihentikan.

MBG untuk Ibu Hamil dan Balita Tetap Normal

BGN memastikan distribusi MBG bagi kelompok ibu hamil, ibu menyusui, serta anak balita tidak mengalami perubahan. Kelompok yang termasuk kategori penerima prioritas (3B) ini akan tetap mendapatkan layanan seperti biasa tanpa terdampak libur sekolah.

Program MBG sendiri telah berjalan sejak Januari 2025 dan menjadi salah satu upaya pemerintah dalam menekan angka stunting dan memperbaiki kualitas gizi keluarga.

Siswa Tetap Bisa Mengakses MBG

Untuk peserta didik, BGN memberikan opsi pengambilan makanan selama masa libur. Siswa yang bersedia dapat mengambil MBG langsung ke sekolah atau ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Pihak SPPG akan melakukan pendataan terkait jumlah siswa serta frekuensi pengambilan guna memastikan distribusi berjalan efektif dan tepat sasaran.

Menu Disesuaikan Selama Libur

Selama awal masa liburan, siswa akan menerima MBG dalam bentuk makanan siap santap dengan daya tahan lebih lama. Menu tersebut antara lain telur, buah, susu, abon, atau dendeng, yang diberikan maksimal untuk empat hari pertama libur.

Sementara itu, Wakil Kepala BGN Nanik menjelaskan bahwa pada hari-hari berikutnya menu dapat disesuaikan menjadi bahan kering. Pilihannya meliputi buah, susu, roti produksi UMKM, serta telur asin agar lebih awet dan praktis disimpan.

Opsi Pengantaran ke Rumah Disiapkan

Menjawab kekhawatiran orang tua yang kesulitan mengambil MBG ke sekolah, BGN tengah merancang sistem pengantaran langsung ke rumah siswa. Skema delivery ini disiapkan sebagai alternatif setelah hari-hari awal libur sekolah.

Namun demikian, BGN menegaskan bahwa pendistribusian MBG bagi siswa selama libur bersifat fleksibel dan berdasarkan kesepakatan dengan pihak sekolah serta murid. Tidak ada kewajiban bagi siswa untuk mengambil MBG jika memang tidak memungkinkan.

Dengan skema adaptif tersebut, pemerintah berharap program MBG tetap memberikan manfaat optimal dan berkelanjutan, sekaligus menyesuaikan dengan dinamika kegiatan pendidikan selama masa liburan.