JAKARTA – kabarnetizenterkini.com | Hingga Jumat pagi (19/4), antrean ratusan truk kontainer masih mengular di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Kemacetan parah terus berlanjut sejak dua hari terakhir akibat lonjakan volume kendaraan, terutama truk angkut yang hendak masuk pelabuhan.
“Saya kira ini hari libur sudah nggak macet, ternyata makin parah,” keluh Yusman (53), sopir truk asal Bogor, saat ditemui tim kabarnetizenterkini.com di Jalan Yos Sudarso.
Yusman mengaku telah terjebak kemacetan lebih dari tiga jam, sejak pukul 04.00 WIB. Ia mengangkut barang pesanan menuju kawasan pelabuhan, namun harus mematikan mesin untuk menghemat bahan bakar.
“Dari dalam tol arah Cawang sudah padat, macet total di pintu keluar Tol Kebon Bawang,” ucapnya.
Menurut informasi yang ia terima dari sesama sopir, antrean ini bahkan bisa membuat kendaraan terjebak hingga enam jam lebih. Situasi itu membuat banyak pengemudi frustrasi karena jadwal pengiriman barang menjadi kacau.
“Pihak perusahaan juga sudah kasih info, tapi tetap saja macet nggak terhindarkan. Jadi sopir kayak gini serba salah. Ini jelas merugikan,” tegas Yusman.
Tak hanya merugikan sopir dan perusahaan logistik, kemacetan juga berdampak ke masyarakat umum yang melintasi jalur sekitar pelabuhan.
“Ini kemacetan paling parah selama saya bolak-balik ke Priok. Harapannya, pemerintah bisa segera tangani biar nggak berlarut,” ujarnya dengan nada kecewa.
Kepadatan lalu lintas di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok disebut-sebut terjadi sejak Rabu (17/4). Berdasarkan data yang dihimpun, pelabuhan hanya mampu menampung sekitar 2.500 unit kendaraan. Namun kenyataannya, lebih dari 4.000 truk masuk ke area tersebut dalam waktu bersamaan.
Penumpukan kontainer dan kegiatan bongkar muat yang menumpuk pasca libur panjang diduga menjadi pemicu utama. Sejumlah sopir berharap ada manajemen lalu lintas yang lebih tegas dan antisipatif dari otoritas pelabuhan maupun Dishub DKI Jakarta.
“Jangan sampai seperti ini terus. Semua pihak dirugikan, mulai dari perusahaan, sopir, hingga konsumen yang menunggu barang,” pungkas Yusman.
