JAKARTA – kabarnetizenterkini.com | Pengamat politik Rocky Gerung kembali mencuri perhatian usai menanggapi fenomena sejumlah menteri yang mendatangi Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), di Solo. Hal ini terjadi di saat Presiden Prabowo Subianto sedang menjalani lawatan ke beberapa negara di Timur Tengah.
“Pertanyaan pertama, ngapain presiden ke luar negeri tapi beberapa menteri malah ke Solo menemui Pak Jokowi?” ujar Rocky melalui kanal YouTube pribadinya, Minggu (13/4/2025).
Rocky lalu mengemukakan dua kemungkinan alasan di balik rangkaian pertemuan para menteri dengan Jokowi tersebut. Pertama, ia menduga ada kemungkinan pertemuan itu atas undangan langsung dari Jokowi, yang ingin mengetahui isi pembicaraan antara Prabowo dan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri.
“Pak Jokowi pasti ingin tahu apa yang dibicarakan antara Prabowo dan Ibu Mega. Dugaan paling logis ya soal reshuffle kabinet, nggak mungkin soal lain,” katanya.
Kemungkinan kedua menurut Rocky adalah bahwa kunjungan ke Solo itu merupakan inisiatif para menteri sendiri sebagai bentuk loyalitas politik terhadap Jokowi, yang selama ini menjadi figur sentral di pemerintahan.
“Bisa jadi mereka datang sekadar untuk memperlihatkan kesetiaan, atau meyakinkan Pak Jokowi bahwa mereka masih melihatnya sebagai guru politik,” ucapnya.
Ia juga menyoroti fakta bahwa beberapa menteri secara terbuka masih menyebut Jokowi sebagai “bos”, memperkuat kesan bahwa kepemimpinan Prabowo belum sepenuhnya diterima secara total oleh para pembantu kabinet.
“Tetapi yang menarik adalah konteks dari kehadiran mereka ketika Presiden Prabowo ada di luar negeri,” tegasnya.
Seperti diketahui, dalam beberapa hari terakhir sejumlah nama penting di Kabinet Merah Putih terlihat berkunjung ke kediaman Jokowi di Solo. Beberapa di antaranya adalah Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menko Pangan Zulkifli Hasan, serta Menteri Investasi Bahlil Lahadalia.
Fenomena ini memunculkan spekulasi liar di kalangan pengamat dan publik soal kemungkinan adanya tarik-menarik kekuasaan, pergeseran loyalitas, hingga potensi reshuffle menjelang stabilisasi awal pemerintahan Presiden Prabowo. Namun hingga kini belum ada keterangan resmi dari para menteri terkait substansi pertemuan mereka dengan Jokowi.
