Jakarta, 25 Maret 2025 – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi melantik 31 Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (25/3). Pelantikan ini menjadi langkah strategis pemerintah dalam memperkuat hubungan diplomatik dan kerja sama Indonesia dengan berbagai negara serta organisasi internasional.

Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Yusuf Permana menyampaikan bahwa pelantikan para duta besar merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk meningkatkan diplomasi aktif dan inklusif di berbagai belahan dunia.

“Ini menjadi bukti bahwa Indonesia terus aktif memperkuat kehadiran global dalam berbagai forum internasional dan bilateral,” ujar Yusuf.


Daftar Lengkap 31 Duta Besar yang Dilantik Presiden Prabowo

Berikut adalah daftar lengkap para duta besar yang ditunjuk untuk mewakili Indonesia:

  1. Penny Dewi Herasati – Hungaria
  2. Siti Ruhaini Dzuhayatin – Uzbekistan, merangkap Kyrgyzstan
  3. Dicky Komar – Lebanon
  4. Agus Priyono – Suriname, merangkap Guyana
  5. Andreano Erwin – Serbia, merangkap Montenegro
  6. Hersindaru A.I.W. Wahyutomo – Finlandia, merangkap Estonia
  7. Yayan Ganda Hayat Mulyana – Swedia, merangkap Latvia
  8. Fikry Cassidy – Venezuela, merangkap negara-negara Karibia
  9. Hendra Halim – Panama, merangkap Kosta Rika, Honduras, Nikaragua
  10. Tyas Baskoro Her Witjaksono Adji – Kenya, merangkap UNEP dan UN-HABITAT
  11. Mirza Nurhidayat – Namibia, merangkap Angola
  12. Ardian Wicaksono – Senegal, merangkap enam negara Afrika Barat
  13. Siti Nugraha Mauludiah – Denmark, merangkap Lithuania
  14. Junimart Girsang – Italia, merangkap FAO, IFAD, WFP, UNIDROIT
  15. Cecep Herawan – Korea Selatan
  16. Agung Cahaya Sumirat – Kamerun, merangkap lima negara Afrika Tengah
  17. Chandra Warsenanto Sukotjo – Pakistan
  18. Listiana Operananta – Bulgaria, merangkap Albania dan Makedonia Utara
  19. Manahan M. P. Sitompul – Bosnia dan Herzegovina
  20. Rolliansyah Soemirat – Iran, merangkap Turkmenistan
  21. Kartika Candra Negara – Mozambik, merangkap Malawi
  22. Bambang Suharto – Nigeria, merangkap sembilan negara Afrika Barat dan ECOWAS
  23. Muhsin Syihab – Kanada, merangkap ICAO
  24. Simon Djatmoko I.S. – Kuba, merangkap Haiti, Jamaika, dan lainnya
  25. Susi Marleny Bachsin – Portugal
  26. Marsekal TNI (Purn.) Yuyu Sutisna – Maroko, merangkap Mauritania
  27. Arief Hidayat – Zimbabwe, merangkap Zambia
  28. Didik Eko Pujianto – Irak
  29. Rina Prihtyasmiarsi – Ceko
  30. Vedi Kurnia Buana – Chile
  31. Faizal Chery Sidharta – Ethiopia, merangkap Eritrea, Djibouti, dan African Union

Pentingnya Diplomasi di Era Globalisasi

Penunjukan dan pelantikan duta besar ini diharapkan memperkuat diplomasi ekonomi, kerja sama bilateral, dan peran Indonesia dalam forum global. Dari Asia, Afrika, Eropa hingga Amerika Latin dan organisasi internasional seperti FAO, ICAO, dan African Union, kehadiran para duta besar menjadi ujung tombak kebijakan luar negeri Indonesia.

Langkah Presiden Prabowo ini menandai komitmen kuat Indonesia untuk memperkuat peran strategisnya di dunia internasional, termasuk dalam isu-isu seperti perdagangan global, perubahan iklim, ketahanan pangan, serta perdamaian dan keamanan regional.