Kabar Netizen Terkini suasana mencekam terjadi di kediaman Charlie Chandra, seorang warga yang selama ini dikenal sebagai korban proyek reklamasi PIK-2 di Kabupaten Tangerang. Puluhan anggota Polda Banten melakukan penangkapan paksa terhadap Charlie, Minggu malam (19/5), hingga Senin dini hari, dengan cara mendobrak pintu dan menjebol jendela rumah.

Peristiwa itu disaksikan langsung oleh Mayjen TNI (Purn) Sjamsu Djalal, mantan Komandan Pusat Polisi Militer ABRI. Sjamsu, yang kini dikenal sebagai tokoh vokal dalam membela korban PIK-2, tak bisa menyembunyikan amarahnya ketika menyaksikan aparat bertindak represif terhadap Charlie Chandra dan keluarganya.

“Kalian polisinya Aguan, kan?! Kamu punya pasukan, saya juga punya. Kita perang saja!” teriak Sjamsu, geram terhadap tindakan aparat.

Penangkapan tersebut disebut berlangsung tanpa prosedur yang sesuai KUHAP. Kuasa hukum Charlie sebelumnya telah menyampaikan surat keberatan ke Polda Banten karena panggilan yang dianggap tidak sah. Namun, polisi tetap memaksa masuk dan menangkap Charlie di tengah malam.

Aksi aparat kepolisian tersebut memicu kecaman dari berbagai pihak. Keluarga Charlie sempat histeris saat penangkapan berlangsung. Tak sedikit yang menilai, penegakan hukum kini dipertontonkan seperti operasi terhadap gembong teroris, padahal Charlie adalah warga yang sedang mencari keadilan atas sengketa tanah yang diduga dirampas oleh pihak pengembang PIK-2.

“Polisi seharusnya melindungi rakyat, bukan menjadi alat kekuasaan dan kapital,” ujar salah satu aktivis yang hadir mendampingi keluarga.

Masyarakat mempertanyakan prioritas penegakan hukum yang dilakukan kepolisian. “Firly Bahuri, mantan Ketua KPK yang sudah jadi tersangka, belum juga ditangkap. Kenapa justru rakyat kecil seperti Charlie yang diburu layaknya penjahat kelas kakap?” ucap seorang pengacara yang tergabung dalam tim advokasi korban PIK-2.

Peristiwa ini memperdalam kecurigaan publik terhadap dugaan kriminalisasi terhadap warga yang menolak proyek strategis nasional PIK-2. Charlie Chandra sebelumnya sempat dipenjara dalam kasus yang dinilai banyak pihak sebagai bentuk pembungkaman terhadap perlawanan warga.

Malam penangkapan Charlie kini menjadi sorotan publik. Video detik-detik penggerebekan telah beredar luas di media sosial dan mendapat kecaman luas.

“Halo Presiden Prabowo, apa kabar?” tulis salah satu aktivis dalam unggahan yang menyindir sikap negara yang dinilai abai terhadap penderitaan rakyat.