Jakarta – Rencana Presiden Prabowo Subianto membentuk Komite Reformasi Polri kian menemukan bentuknya. Sejumlah nama besar disebut bakal terlibat, mulai dari mantan Menko Polhukam Mahfud MD hingga sosok eks Kapolri.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan, komite tersebut berbeda dengan Tim Transformasi Reformasi Polri yang digagas Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Menurutnya, meski berbeda, keduanya memiliki tujuan serupa: memperkuat institusi kepolisian.

“Semangatnya sama, hanya ruang lingkupnya berbeda. Kalau yang di internal Polri kita apresiasi, sementara dari pemerintah ada komite tersendiri,” kata Prasetyo di Kompleks DPR RI, Selasa (23/9/2025).

Menunggu Kepulangan Presiden

Prasetyo mengungkapkan, susunan anggota komite masih difinalisasi dan kemungkinan diumumkan setelah Presiden Prabowo pulang dari lawatannya menghadiri Sidang Umum PBB di New York. Ia menambahkan, jumlah anggota diperkirakan sembilan orang, dengan keterlibatan tokoh nasional serta mantan pimpinan kepolisian.

“Kurang lebih sembilan orang. Ada mantan Kapolri juga,” ujarnya.

Salah satu nama yang sudah dipastikan bergabung adalah Mahfud MD. Pemerintah, kata Prasetyo, bersyukur karena Mahfud menyatakan kesediaannya.

Catatan Kritis Mahfud

Mahfud MD sendiri telah mengonfirmasi bahwa ia siap membantu Presiden dalam menjalankan agenda reformasi Polri. Ia menekankan ada tiga hal mendasar yang harus dibenahi: regulasi, aparat, dan terutama budaya di tubuh kepolisian.

Menurutnya, akar persoalan ada pada aspek kultur. Ia menilai Polri kehilangan orientasi pengabdian dan terseret pada praktik yang merusak, mulai dari pemerasan hingga penempatan jabatan yang tak berdasarkan meritokrasi.

“Undang-undangnya sudah bagus. Yang bermasalah adalah kultur. Polisi harus kembali pada budaya pengabdian, bukan kepentingan,” tegas Mahfud.

Arahan Presiden

Sebelumnya, Istana menegaskan bahwa pembentukan Komite Reformasi Polri merupakan arahan langsung Presiden Prabowo sebagai bagian dari evaluasi dan perbaikan kelembagaan. Reformasi dipandang sebagai langkah lumrah bagi institusi negara agar tetap mendapat kepercayaan publik.

“Presiden ingin Polri tetap kuat dan dicintai masyarakat, tetapi ada hal-hal yang perlu dievaluasi,” kata Prasetyo.

Dengan masuknya Mahfud MD dan rencana menghadirkan eks Kapolri, publik menanti bagaimana komite ini bekerja. Keputusan resmi tentang susunan keanggotaan dan ketua komite diperkirakan akan disampaikan segera setelah Prabowo kembali dari Amerika Serikat.