DEPOK – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan pemerintah mulai dirasakan manfaatnya oleh para orangtua murid. Tak hanya membantu mencukupi kebutuhan gizi anak di sekolah, program ini juga membuat pengeluaran harian keluarga menjadi lebih hemat.
Tita (34), warga Depok dan orangtua dari Riffat (9), siswa sekolah dasar, mengaku sejak program MBG berjalan, ia tak lagi memberikan uang jajan setiap hari kepada anaknya. “Sekarang anak saya sudah cukup makan dari menu MBG di sekolah. Kadang saya tambahkan bekal kecil dari rumah kalau porsinya kurang,” ujar Tita saat ditemui, Kamis (16/10).
Menurutnya, meski Riffat beberapa kali mengeluhkan rasa makanan MBG yang dinilai hambar, ia tetap bersyukur karena anaknya selalu menghabiskan makanan yang disediakan. “Yang penting anak saya makan dengan lahap dan kenyang. Jadi sekarang saya enggak perlu keluar uang jajan tiap hari,” tambahnya.
Anak Jadi Rajin Menabung
Hal senada disampaikan Rini (53), orangtua siswa lainnya. Ia mengatakan program Makanan Bergizi Gratis secara tidak langsung mengajarkan anaknya untuk lebih hemat dan gemar menabung.
“Biasanya saya kasih uang jajan Rp25 ribu, termasuk ongkos sekitar Rp15 ribu. Karena makan sudah ditanggung sekolah, sisanya sering tidak terpakai,” tutur Rini.
Ia baru menyadari kebiasaan baru sang anak ketika melihat uang recehan yang dikumpulkan berubah menjadi pecahan Rp100 ribu setiap awal bulan. “Kadang kalau enggak ditukar uang, dia minta top-up GoPay sampai ratusan ribu. Itu semua dari sisa uang jajan yang enggak kepakai,” ungkapnya sambil tersenyum.
Harapan Perbaikan Menu dan Kualitas Makanan
Meski merasa terbantu, Rini berharap pemerintah terus meningkatkan kualitas bahan makanan dan proses pengolahan menu MBG agar tetap aman dan sesuai standar gizi anak.
“Kalau bisa, bahan makanan yang mudah basi seperti tauge dihindari. Menu sebaiknya disusun dengan melibatkan ahli gizi atau koki profesional supaya lebih bervariasi dan tetap sehat,” ujarnya.
Ia menilai inovasi dalam penyusunan menu penting agar anak-anak tidak mudah bosan dan kebutuhan gizinya tetap terpenuhi. “Bukan cuma gizinya lengkap, tapi juga harus enak dan aman dikonsumsi anak-anak,” tutup Rini.
