Dato Low Tuck Kwong menegaskan bahwa penjualan kepemilikan saham PT Bayan Resources Tbk atau BYAN kepada perusahaan milik Haji Isam dilakukan murni atas dasar pertimbangan bisnis. Keputusan korporasi tersebut dipastikan berjalan tanpa adanya unsur tekanan dari pihak manapun yang memengaruhinya. Pernyataan resmi ini disampaikan secara langsung di sela acara olahraga yang berlangsung di kawasan ibu kota pada hari Minggu. Penjelasan ini sekaligus menjawab berbagai pertanyaan publik terkait aksi korporasi besar di sektor pertambangan batu bara tersebut.
Berdasarkan keterangan yang dirilis oleh Redaksi, penjelasan tersebut disampaikan oleh Direktur PT Bayan Resources Tbk, Merlin, ketika ditemui di kawasan Senayan, Jakarta. Acara yang menjadi lokasi penyampaian keterangan itu adalah kegiatan BAYRUN for Charity 2026 yang diselenggarakan pada tanggal 8 November 2026. Kehadiran manajemen di acara tersebut dimanfaatkan untuk memberikan kejelasan kepada masyarakat luas mengenai transaksi saham bernilai fantastis. Transaksi ini melibatkan dua tokoh penting di sektor industri pertambangan nasional yang sudah lama berkecimpung di bidangnya.
Sebelum akhirnya melepas sebagian kepemilikan kepada pihak pembeli akhir, manajemen ternyata telah melakukan penawaran kepada pihak lain terlebih dahulu. Sejumlah korporasi baik yang berasal dari dalam negeri maupun luar negeri sempat menjadi sasaran penawaran saham tersebut. Namun, setelah melalui rangkaian proses penjajakan yang cukup panjang, pihak pembeli dari perusahaan lokal menunjukkan keseriusan tinggi. Keseriusan tersebutlah yang kemudian membuat proses negosiasi berlanjut hingga tercapainya kesepakatan jual beli saham bersyarat di antara para pihak.
Proses transaksi bisnis ini sendiri melibatkan volume saham yang sangat besar dalam struktur kepemilikan perusahaan batu bara tersebut. Berdasarkan informasi transaksi yang tercatat, pembeli mengakuisisi sepuluh miliar lebih lembar saham dari total keseluruhan kepemilikan. Angka tersebut merepresentasikan persentase kepemilikan sebesar 30,25 persen di dalam tubuh perusahaan PT Bayan Resources Tbk. Nilai keseluruhan dari transaksi jual beli saham bersyarat ini mencapai angka fantastis sebesar Rp26,1 triliun.
Tahapan awal dari aksi korporasi ini telah dimulai beberapa bulan sebelum seluruh proses administrasi penyelesaian transaksi rampung sepenuhnya. Dato Low Tuck Kwong bersama dengan putrinya yang bernama Elaine Low menandatangani perjanjian jual beli saham bersyarat tersebut. Penandatanganan dokumen penting bersama PT Jhonlin Baratama itu dilakukan pada tanggal 16 September 2026. Rangkaian proses transaksi bisnis skala besar ini kemudian dapat diselesaikan dengan tuntas pada pertengahan bulan Oktober 2026 yang lalu.
Masuknya korporasi milik pengusaha ternama tersebut secara otomatis membawa perubahan signifikan dalam susunan struktur pemegang saham perusahaan. PT Bayan Resources Tbk kini memiliki pemegang saham baru dengan porsi kepemilikan yang cukup besar di dalam perusahaan. Perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan batu bara ini menyambut babak baru dalam pengelolaan bisnis ke depan. Kehadiran pemegang saham baru ini diharapkan mampu memperkuat posisi strategis perusahaan di tengah dinamika industri energi nasional.
Keputusan melepas saham kepada pihak tertentu didasari oleh keyakinan mendalam terhadap rekam jejak serta reputasi sang pengusaha lokal. Low Tuck Kwong disebut telah lama mengenal dengan baik reputasi Haji Isam terutama dalam bidang industri pertambangan. Hubungan baik yang telah terjalin lama tersebut membuat sang pendiri perusahaan menaruh kepercayaan kepada mitra bisnisnya. Kedekatan profesional ini menjadi salah satu landasan penting dalam membangun kerja sama jangka panjang di sektor strategis.
Kedua belah pihak yang terlibat dalam transaksi besar ini memiliki visi yang sejalan untuk masa depan industri nasional. Pihak manajemen menyebutkan bahwa ada harapan besar agar kerja sama bisnis ini mampu memberikan kontribusi nyata. Baik pendiri perusahaan maupun pimpinan pihak pembeli sama-sama ingin membawa dampak positif bagi kemajuan Indonesia. Sinergi antara dua kekuatan besar di sektor pertambangan ini diyakini akan memperkuat ekosistem bisnis nasional secara berkelanjutan.
#BayanResources #LowTuckKwong #HajiIsam
