Bahlil Lahadalia Mengaku Ikut Menjadi Korban Penyadapan Mantan Kapolri Listyo Sigit Cs

Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia menyampaikan pengakuan mengejutkan bahwa dirinya ikut menjadi korban penyadapan. Peristiwa tersebut diduga dilakukan oleh mantan Kapolri Listyo Sigit Prabowo bersama sejumlah petinggi kepolisian lainnya. Pernyataan itu disampaikan di hadapan publik dalam sebuah acara resmi partai di Maluku. Kasus penyadapan ini belakangan memang tengah menjadi sorotan luas di tengah masyarakat Indonesia.

Pengakuan tersebut diungkapkan oleh Bahlil Lahadalia ketika menyampaikan pidato politiknya di hadapan para kader. Acara penting itu merupakan momen pelantikan Dewan Pimpinan Daerah Tingkat I Partai Golkar Maluku yang digelar pada hari Sabtu. Dalam pidatonya, ia menceritakan kekhawatirannya terkait aktivitas komunikasi pribadinya yang terpantau pihak lain. Suasana acara berlangsung dinamis dengan sorotan tajam terhadap isu keamanan komunikasi pejabat tinggi.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa sasaran penyadapan tidak hanya menyasar para pejabat tinggi negara saja. Menurut pengakuannya, aktivitas komunikasi pribadinya melalui sambungan telepon seluler juga turut dipantau secara diam-diam. Secara berseloroh namun serius, ia mengaku merasa khawatir dengan seluruh aktivitas teleponnya yang terekam. Aktivitas komunikasi tersebut mencakup berbagai kegiatan yang dilakukannya baik pada siang maupun malam hari.

Selain membahas soal penyadapan, Bahlil juga secara tegas membantah berbagai narasi miring yang beredar. Ia menepis rumor yang menyebutkan bahwa dirinya terlibat langsung dalam pusaran kasus penyadapan tersebut. Isu yang beredar sempat menuduhnya ikut serta dalam sebuah rapat bersama para terduga pelaku. Rapat itu dikabarkan terjadi tepat sebelum para jenderal kepolisian tersebut ditangkap oleh pihak berwenang.

Politisi senior tersebut menilai pihak-pihak yang menyebarkan isu keterlibatannya telah memanfaatkan ruang demokrasi secara kebablasan. Ia menantang siapapun yang menyebarkan informasi tidak benar itu untuk membuka bukti secara transparan ke publik. Menurutnya, jika memang ada pertemuan rahasia tersebut, daftar peserta rapat harus segera dibuka. Langkah itu dianggap penting agar publik mengetahui siapa saja orang yang benar-benar hadir.

Pihaknya mendesak para oknum yang menyebarkan isu tersebut untuk segera menyampaikan klarifikasi resmi. Selain itu, ia juga meminta kepada aparat penegak hukum agar mengusut tuntas permasalahan ini tanpa keraguan. Penyelidikan secara terbuka dinilai sebagai cara terbaik untuk membersihkan namanya dari segala tuduhan miring. Seluruh proses hukum diharapkan dapat berjalan secara objektif dan terang-benderang.

Partai Golkar secara resmi menyatakan dukungan penuh kepada aparat penegak hukum untuk menyelesaikan kasus ini. Dukungan tersebut diberikan agar seluruh persoalan yang berkaitan dengan skandal penyadapan dapat dituntaskan segera. Kasus ini sendiri mulai mencuat ke permukaan publik setelah terungkap adanya tindakan ilegal. Tidak tanggung-tanggung, tindakan penyadapan tersebut bahkan dialami langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.

Berdasarkan keterangan yang disampaikan oleh Mabes Polri, tindakan terlarang ini diduga melibatkan mantan Kapolri. Nama Listyo Sigit Prabowo disebut bersama sejumlah petinggi kepolisian lainnya sebagai pihak yang bertanggung jawab. Menanggapi perkembangan tersebut, pihak kepolisian telah mengambil tindakan tegas dengan menetapkan empat orang tersangka. Keempat orang tersebut kini harus berurusan dengan hukum terkait keterlibatan mereka dalam kasus penyadapan.

#BahlilLahadalia #ListyoSigit #PartaiGolkar