BEKASI – Presiden Konfederasi Buruh Merdeka Indonesia (KBMI), Daeng Wahidin, menyampaikan bahwa organisasinya maupun Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia (KBPBI) belum memiliki agenda aksi unjuk rasa lanjutan pada Oktober 2026.
Hal tersebut disampaikan dalam pertemuan di kawasan Jatimelati, Kota Bekasi, Senin (12/10/2026), yang membahas perkembangan pergerakan kelompok buruh.
Menurut Daeng, hingga pertemuan berlangsung, belum terdapat isu spesifik yang menjadi pemicu atau dasar bagi KBMI dan KBPBI untuk kembali menggelar aksi. Dengan demikian, rencana mobilisasi lanjutan pada bulan ini belum ditetapkan.
Keterangan tersebut menggambarkan posisi kedua organisasi hingga 12 Oktober 2026. Belum adanya agenda aksi tidak berarti seluruh kelompok buruh mengambil sikap serupa ataupun menutup kemungkinan munculnya agenda baru.
Di tengah belum adanya rencana unjuk rasa, Daeng juga menyampaikan agenda perjalanan ke Jombang pada 13–15 Oktober 2026 untuk mengikuti rapat koordinasi.
Menurut keterangannya, agenda tersebut berkaitan dengan undangan kepada koalisi buruh untuk melakukan pertemuan langsung dengan Kapolri. Namun, rincian waktu, peserta, dan pokok pembahasan pertemuan belum dijelaskan dalam informasi yang tersedia.
Agenda komunikasi itu menjadi perkembangan yang patut dicermati dalam hubungan antara organisasi buruh dan kepolisian. Pertemuan langsung dapat membuka ruang penyampaian aspirasi sekaligus pembahasan mengenai dinamika gerakan buruh.
Untuk sementara, pesan utama dari keterangan Daeng adalah bahwa KBMI dan KBPBI belum menetapkan aksi lanjutan Oktober. Perkembangan berikutnya akan bergantung pada keputusan organisasi serta isu yang muncul.

