Jakarta, 1 September 2025 – Ratusan warga Kecamatan Senen, Jakarta Pusat, menggelar deklarasi menolak aksi unjuk rasa anarkis di kawasan Simpang Lima Senen. Acara yang berlangsung pada pukul 15.00–15.40 WIB ini dihadiri sekitar 300 orang dari berbagai elemen masyarakat dan organisasi kemasyarakatan (ormas).

Peserta Deklarasi

Kegiatan diikuti sejumlah ormas besar, di antaranya Forum Betawi Rempug (FBR) sebanyak 167 orang dipimpin Heri, Forkabi 45 orang dipimpin Pendi, serta perwakilan FKDM/LMK Kwitang, FKDM Kecamatan, tokoh masyarakat Paseban, Pemuda Pancasila, KBPP Polri, BPPKB Banten, hingga Karang Taruna Kenari.

Agenda dan Isi Deklarasi

Acara diawali dengan pembukaan, sambutan perwakilan Forum Ormas Senen, pembacaan deklarasi damai, penandatanganan komitmen bersama, hingga doa penutup.
Isi deklarasi menegaskan penolakan warga terhadap aksi unjuk rasa yang berujung anarkis, termasuk perusakan, pembakaran, maupun penjarahan. Warga juga menyatakan dukungan penuh kepada kepolisian untuk menindak tegas pelanggar hukum.

Poin penting deklarasi antara lain:

  • Menolak demo anarkis dan tindakan merusak.
  • Menegaskan siap berhadapan dengan pihak yang mencoba membuat kerusuhan.
  • Menyuarakan pesan “Stop demo anarkis – jaga Jakarta, jaga rumah kita.”
  • Menyatakan Kecamatan Senen sebagai kawasan aman dan cinta damai.

Situasi Kondusif

Kegiatan berjalan aman, tertib, dan kondusif. Penolakan ini disebut sebagai bentuk kepedulian masyarakat Kecamatan Senen dalam menjaga keamanan dan ketertiban, sekaligus menegaskan posisi warga yang tidak ingin dirugikan oleh aksi-aksi destruktif.

Dengan deklarasi ini, masyarakat Senen berharap kawasan Jakarta Pusat tetap kondusif dan tidak terganggu aksi-aksi anarkis yang berpotensi merusak fasilitas umum serta mengganggu ketenangan warga.