Batang – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengajak seluruh elemen bangsa, termasuk aparat negara, untuk terlibat aktif dalam Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) sebagai bagian dari upaya membangun budaya hidup bersih sekaligus memperkuat pelestarian lingkungan.
Ajakan tersebut disampaikan Presiden saat menghadiri Akad Massal KPR Sejahtera FLPP dan Kredit Program Perumahan (KPP) di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Kamis (30/7/2026). Dalam kesempatan itu, Presiden menegaskan bahwa pembangunan nasional tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi dan infrastruktur, tetapi juga dari kualitas lingkungan yang diwariskan kepada generasi mendatang.
Aparat Diminta Turun Langsung ke Lapangan
Presiden Prabowo secara khusus meminta jajaran aparat, termasuk para pimpinan TNI dan pejabat tinggi negara, untuk menjadi teladan dalam menjaga lingkungan.
Menurut Presiden, seorang pemimpin tidak cukup hanya memberikan instruksi dari balik meja, tetapi juga harus hadir langsung di lapangan, terlibat dalam berbagai kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, termasuk gerakan penghijauan dan kebersihan lingkungan. Pesan tersebut menjadi simbol kepemimpinan yang mengedepankan keteladanan dibanding sekadar seremonial.
Penanaman Ratusan Juta Pohon Jadi Prioritas Nasional
Dalam pidatonya, Presiden juga menyoroti dampak perubahan iklim, meningkatnya suhu global, serta berkurangnya tutupan pohon di berbagai wilayah Indonesia.
Sebagai langkah konkret, Presiden menginstruksikan pelaksanaan gerakan penanaman ratusan juta pohon di seluruh Indonesia. Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas udara, memperbaiki tata air, mengurangi risiko bencana ekologis, sekaligus memperkuat ketahanan lingkungan dalam jangka panjang.
Kementerian Kehutanan Perkuat Jaringan Persemaian Nasional
Menindaklanjuti arahan Presiden, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni bergerak memperkuat sistem penyediaan bibit melalui jaringan persemaian nasional.
Saat ini Kementerian Kehutanan memiliki 59 persemaian, terdiri atas 9 pusat persemaian dan 50 persemaian permanen yang tersebar di berbagai daerah. Fasilitas tersebut dioptimalkan untuk memenuhi kebutuhan bibit penghijauan, rehabilitasi hutan, kawasan permukiman, hingga ruang terbuka hijau.
Beberapa persemaian modern, seperti Persemaian Rumpin di Bogor dan Persemaian Mentawir di Ibu Kota Nusantara (IKN), mampu memproduksi jutaan bibit setiap tahun guna mendukung target penghijauan nasional.
Masyarakat Didorong Berpartisipasi
Gerakan Indonesia ASRI tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Kementerian Kehutanan membuka akses bagi masyarakat untuk memperoleh bibit pohon secara gratis melalui jaringan persemaian resmi dengan persyaratan administrasi yang sederhana.
Kebijakan tersebut diharapkan mampu mendorong keterlibatan masyarakat, pemerintah daerah, sekolah, komunitas, hingga dunia usaha dalam memperluas ruang hijau di lingkungan masing-masing.
Kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi kunci agar program penghijauan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi berkembang menjadi budaya yang berkelanjutan.
Indonesia ASRI Menuju Pembangunan Berkelanjutan
Gerakan Indonesia ASRI merupakan bagian dari visi pemerintah untuk menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, hijau, dan nyaman. Di tengah tantangan perubahan iklim global, peningkatan tutupan vegetasi dipandang sebagai investasi jangka panjang yang tidak hanya memberikan manfaat ekologis, tetapi juga berdampak pada kualitas hidup masyarakat dan keberlanjutan pembangunan nasional.
Melalui keterlibatan aparat, pemerintah daerah, dan masyarakat, pemerintah berharap semangat menjaga lingkungan dapat menjadi gerakan bersama yang berlangsung secara berkesinambungan.

