Jakarta – Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, mengungkapkan bahwa Rockefeller Foundation menunjukkan minat untuk mendukung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan pemerintah.

Dalam pernyataannya di Jakarta, Kamis, Luhut menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan pertemuan dengan perwakilan yayasan tersebut di Bali dan Jakarta. Hasilnya, Rockefeller Foundation menyatakan kesiapan untuk berkolaborasi dalam menyukseskan program ini.

“Mereka sangat antusias untuk membantu, dan kita akan membahas lebih lanjut terkait detail programnya,” ujar Luhut.

Lebih lanjut, Luhut menegaskan bahwa kendala utama program MBG bukanlah soal pendanaan, melainkan manajemen operasional yang mencakup pengelolaan ekosistem yang luas, terutama karena program ini harus menjangkau sekitar 74 ribu desa di seluruh Indonesia.

Melalui program MBG, pemerintah menargetkan peningkatan kesejahteraan masyarakat dengan fokus pada pengurangan angka stunting, pemerataan gizi, serta pengentasan kemiskinan.

Sementara itu, Kantor Komunikasi Kepresidenan (Presidential Communication Office/PCO) menyebutkan bahwa program MBG mendapat perhatian internasional setelah Indonesia bergabung dengan School Meals Coalition.

Juru Bicara PCO, Hariqo Wibawa, dalam keterangannya di Jakarta pada Sabtu (15/2), menjelaskan bahwa School Meals Coalition merupakan sebuah inisiatif global yang melibatkan lebih dari 100 negara serta lembaga di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), termasuk universitas dan lembaga penelitian, untuk mempromosikan program makan bergizi di sekolah-sekolah dunia.

“Peran perguruan tinggi dalam penelitian dan pengembangan sangat diharapkan untuk menghadirkan solusi berbasis ilmiah dalam meningkatkan status gizi anak dan ibu di Indonesia,” kata Hariqo.

Sebagai bentuk komitmen dalam program ini, PCO juga mengapresiasi pembentukan The National Centre of Excellence (NCoE) di IPB University, yang akan berfungsi sebagai pusat riset dan inovasi bagi MBG.

Menurut Hariqo, sinergi antara pemerintah, akademisi, serta mitra internasional menjadi kunci keberhasilan program ini, terutama dalam memastikan bahwa manfaat MBG dapat dinikmati oleh anak-anak, ibu hamil, dan ibu menyusui di seluruh Indonesia.